Key Discussion: Pelatih RANS sebut pemain tampil di bawah standar
Pelatih RANS Sebut Pemain Tampil Kurang Memuaskan
Jakarta, 26 April 2023 – Setelah kalah telak 58-87 dari Pelita Jaya Jakarta dalam pertandingan IBL, pelatih RANS Simba Bogor, Antonius Joko Endratmo, menyoroti kegagalan timnya dalam mempertahankan konsistensi permainan. Menurut dia, hasil buruk itu berakar dari ketidakstabilan yang muncul di kuarter kedua, meski awal pertandingan menunjukkan penampilan yang cukup menjanjikan.
Kinerja Awal dan Perubahan Drastis
Antonius menjelaskan bahwa timnya sempat unggul di kuarter pertama, tetapi kekuatan lawan mulai terasa di kuarter kedua. “Kami sebenarnya memulai dengan bagus, tapi berubah drastis setelah itu,” ujar mantan pebasket nasional itu. Ia menyebutkan, pertahanan rapat dari Pelita Jaya Jakarta menghambat ritme serangan RANS, menyebabkan kesulitan dalam mencetak poin.
“Ke depan kami harus memperbaiki persentase tembakan yang belum optimal, karena hal itu salah satu faktor utama kekalahan tim hari ini,” ujar Antonius.
Kinerja Pemain dan Harapan ke Depan
Pada kuarter ketiga dan keempat, RANS sempat bangkit, tetapi selisih poin yang sudah terlalu lebar membuat upaya pemulihan tidak cukup signifikan. Meski demikian, Antonius mengapresiasi peran beberapa pemain pelapis, seperti Daniel Salamena, yang dinilai memberikan kontribusi positif meski hanya bermain dalam durasi terbatas.
Coach Antonius berharap performa seperti itu bisa menjadi fondasi untuk bangkit di pertandingan mendatang. Ia menekankan bahwa pemain harus meningkatkan kepercayaan diri dan efektivitas akhir-akhir permainan agar bisa kembali kompetitif.
Ketertinggalan dan Titik Balik
Di kuarter kedua, Pelita Jaya Jakarta menguasai lapangan dengan mencetak 33 angka, sedangkan RANS hanya berhasil mengoleksi tiga poin. Kondisi ini membuat timnya kian tertinggal, hingga akhir pertandingan sulit mengejar ketertinggalan tersebut.
Antonius menilai kegagalan menjaga konsistensi menjadi penyebab utama kekalahan, terutama setelah penampilan awal yang seharusnya menjadi dasar keberhasilan. Dengan penyesuaian strategi dan mental, ia optimis RANS bisa memperbaiki performa di laga berikutnya.
