Ibas: Generasi muda jadi motor utama perkembangan ekonomi digital
Ibas: Generasi Muda Jadi Motor Utama Perkembangan Ekonomi Digital
Ibas – Dalam upaya mendorong transformasi ekonomi digital, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menekankan bahwa generasi muda memainkan peran sentral dalam menggerakkan kemajuan di bidang ini. Hal ini disampaikan Ibas, sapaan akrabnya, saat memberikan kuliah umum di Seoul National University (SNU), seperti dilaporkan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta pada Selasa. Menurut Ibas, kekuatan generasi muda tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk menjadi inisiator perubahan yang membawa dampak jangka panjang.
Ibas menjelaskan bahwa generasi Z, khususnya, telah menjadi pihak utama dalam mengembangkan teknologi digital. Anak muda di era ini dikenal memiliki akses cepat ke informasi, kreativitas tinggi, serta kemampuan adaptif dalam memanfaatkan platform digital untuk mengeksplorasi peluang ekonomi. “Mereka bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi pelaku yang mengubah cara berpikir dan berperilaku dalam sektor ekonomi,” ujarnya. Dalam konteks global, generasi muda dianggap sebagai kekuatan baru yang mampu menggerakkan inovasi dan mempercepat proses digitalisasi.
“Generasi muda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga penentu arah masa depan itu sendiri,” katanya.
Kemajuan ekonomi digital tidak terlepas dari peran budaya lokal yang semakin diakui di tingkat internasional. Ibas menyoroti bagaimana Korea Selatan berhasil memanfaatkan budaya sebagai alat soft power global, seperti melalui fenomena Squid Game, grup Blackpink, serta film Parasite. Dengan pendekatan kreatif dan inovatif, negara ini mampu mengubah produk lokal menjadi kekuatan ekonomi yang bersaing di pasar internasional. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang serupa, terutama karena kekayaan budaya yang kaya dan kreativitas generasi muda yang semakin berkembang.
Ibas juga menekankan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam membangun ekonomi digital dan mengembangkan industri kreatif. Menurutnya, keberhasilan kemitraan ini bergantung pada keunggulan masing-masing pihak. Korea Selatan, misalnya, dikenal sebagai pionir dalam inovasi teknologi dan transformasi digital. Sementara itu, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang potensial, terutama bonus demografi dan kekuatan pasar digital yang sedang berkembang pesat. “Kerja sama ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kedua negara dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Kreativitas dan Teknologi: Kunci Perkembangan Ekonomi Digital
Dalam kuliah umumnya, Ibas juga menyampaikan bahwa kemampuan generasi muda dalam menggabungkan kreativitas dan teknologi menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Ia menyoroti bagaimana penggunaan media sosial, platform e-commerce, serta aplikasi kreatif telah menciptakan peluang baru bagi usaha kecil dan menengah. Dengan adanya akses yang lebih mudah dan biaya operasional yang rendah, banyak anak muda berhasil membangun bisnis yang bersifat digital, seperti konten kreatif, desain grafis, atau pengembangan game.
Ibas mengatakan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui inovasi. “Mereka menjadi penggerak utama yang mampu mengubah kebiasaan konsumen dan menciptakan model bisnis yang berbeda dari pendahulunya,” lanjutnya. Contoh nyata seperti kreator konten digital, pengusaha startup, atau pengembang aplikasi lokal menunjukkan betapa besar peran generasi muda dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan diharapkan bisa menjadi contoh untuk memperkuat potensi ekonomi digital di negeri ini. Ibas menekankan bahwa Korea Selatan memiliki keunggulan dalam pengembangan teknologi dan infrastruktur digital, sedangkan Indonesia memiliki keunggulan pada sumber daya manusia yang muda dan energik. Dengan memadukan dua kekuatan ini, kedua negara bisa menciptakan ekosistem yang saling mengisi kelemahan dan memperkuat kelebihan masing-masing.
Ekonomi Digital: Tantangan dan Peluang
Menghadapi tantangan global seperti perubahan teknologi dan persaingan pasar, Ibas menyatakan bahwa pemanfaatan ekonomi digital harus menjadi prioritas. Ia menekankan bahwa generasi muda adalah katalis utama dalam hal ini karena mereka lebih mudah beradaptasi dengan perubahan dan memiliki keinginan untuk menciptakan solusi yang efektif. “Digital economy adalah bidang yang memerlukan peran aktif dari generasi muda, terutama dalam mengelola data, membangun jaringan, dan mengoptimalkan sumber daya,” ujarnya.
Dalam konteks ini, Ibas menyebutkan bahwa budaya lokal juga memainkan peran penting. Ia menjelaskan bahwa kekayaan seni, musik, dan cerita dari Indonesia bisa menjadi modal untuk menarik minat pasar internasional. Dengan berbagai platform digital, produk kreatif asli Indonesia bisa diakses oleh masyarakat global, sehingga membuka peluang ekspor dan investasi. “Budaya lokal harus dianggap sebagai aset yang bisa dikelola secara profesional,” imbuhnya.
Ibas menekankan bahwa kolaborasi antara kedua negara bukan hanya sekadar kegiatan pertukaran ide, tetapi juga langkah konkret untuk meningkatkan kualitas industri kreatif. Dengan memanfaatkan keahlian teknologi Korea Selatan dan sumber daya manusia Indonesia, potensi ekonomi digital bisa berkembang lebih cepat. “Kerja sama ini harus menjadi fondasi untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa peran pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pengembangan ini sangat penting.
Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Dalam menutup kuliah umumnya, Ibas mengatakan bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan adalah langkah yang wajib diambil untuk menghadapi masa depan yang dinamis. “Kita tidak bisa membangun ekonomi digital sendirian, tetapi harus menggandeng pihak lain yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang komplementer,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan adanya kerja sama yang konsisten, Indonesia bisa menjadi negara yang sukses dalam memanfaatkan ekonomi digital sebagai penggerak utama perekonomian nasional.
Menurut Ibas, ekonomi digital tidak hanya menguntungkan sektor teknologi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan di bidang lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pemasaran. Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus diberikan pelatihan dan kesempatan yang memadai untuk mengembangkan keterampilan digital. “Kita perlu menciptakan lingkungan yang mendukung keberlanjutan inovasi, sehingga ekonomi digital bisa menjadi fondasi untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Ibas berharap, melalui kerja sama dengan negara-negara lain, Indonesia bisa mengejar eksplorasi ekonomi digital yang lebih luas. Ia yakin bahwa dengan kolaborasi yang tepat, kemajuan teknologi dan kreativ
