Latest Program: Jason Donovan bidik pemecahan rekor pribadi di Asian Games
Jason Donovan bidik pemecahan rekor pribadi di Asian Games
Latest Program – Jakarta, 19 Agustus 2025 – Atlet renang Jason Donovan, yang sukses meraih medali emas dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand, kini menargetkan pencapaian yang lebih baik saat tampil di Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Ia berharap bisa memperbaiki catatan waktu terbaiknya di nomor 50 meter gaya punggung, dengan target menekan rekor saat ini menjadi 25,1 hingga 25,0 detik.
“Ekspektasi saya ingin menikmati momen tersebut tanpa ada beban, tapi tetap berusaha memberikan performa terbaik,” ujar Jason dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik Indonesia 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa.
Dalam SEA Games 2025, Jason mencatatkan waktu 25,3 detik untuk memenangkan medali emas. Meski memperoleh penghargaan tertinggi, ia tetap optimis dapat meningkatkan hasilnya. “Kalau bisa memperbaiki catatan waktu, peluang untuk bersaing di peringkat atas juga terbuka,” tambahnya.
Latihan Mandiri dan Persiapan untuk Asian Games
Jason menjelaskan bahwa fokus utama latihan saat ini adalah memenuhi batas waktu atau limit time yang ditetapkan sebagai syarat keikutsertaan dalam Asian Games. Namun, ia belum mengetahui secara pasti nomor yang akan diikuti, karena masih menunggu kepastian sistem kualifikasi dari penyelenggara.
Dalam persiapan menuju Asian Games 2026, Jason menyebut satu-satunya agenda kompetisi yang sudah dipastikan adalah Jakarta Open, yang akan digelar di Stadion Akuatik GBK sebelum ajang tersebut dimulai. “Saya akan mengikuti Jakarta Open, tapi belum ada informasi pasti mengenai keikutsertaan saya dalam kejuaraan di luar negeri,” katanya.
Jason juga mengungkapkan bahwa pemusatan latihan nasional (pelatnas) sudah dimulai, dengan nama-nama atlet yang telah ditetapkan. Namun, sampai saat ini ia masih melatih diri secara mandiri. “Pelatnas sudah mulai, nama-nama sudah ada, tapi belum terpusat. Saya masih fokus pada latihan masing-masing,” jelas Jason.
Pemetaan Kekuatan Lawan dan Harapan untuk Pemecahan Rekor
Selain mempersiapkan diri secara fisik, Jason juga memperhatikan pemetaan kekuatan lawan di Asian Games 2026. Ia mengatakan bahwa analisis tersebut masih mengacu pada hasil kompetisi sebelumnya. “Saya yakin bisa menemukan celah untuk meningkatkan performa, terutama dalam nomor yang paling saya kuasai,” tambahnya.
Dalam rangka menyiapkan diri untuk ajang bergengsi itu, Jason menjelaskan bahwa ia membagi waktu latihan menjadi dua bagian. Sebagian digunakan untuk memperkuat teknik, sementara sebagian lainnya fokus pada peningkatan kecepatan. “Latihan harus seimbang, karena kecepatan dan akurasi adalah dua hal yang saling terkait,” ujarnya.
Jason juga menekankan pentingnya mentalitas yang kuat dalam menghadapi tantangan di Asian Games. “Saya ingin tetap tenang dan fokus, karena setiap momen di lomba bisa memengaruhi hasil akhir,” katanya. Ia berharap bisa meraih hasil yang lebih baik dari SEA Games 2025, dengan berharap mencapai level yang lebih unggul.
Target Rekor dan Motivasi di Tengah Persaingan Ketat
Dalam kejuaraan internasional, persaingan antar atlet selalu ketat. Jason menyadari bahwa banyak pesaing berkualitas, termasuk atlet dari negara-negara lain yang memiliki fondasi latihan yang kuat. “Saya harus terus berusaha, karena tiap detik bisa berbeda dalam perbedaan peringkat,” ujarnya.
Sebagai atlet yang kini dalam usia pertengahan, Jason merasa terdorong untuk tetap berkembang. Ia berharap bisa menjadi bagian dari kebanggaan Indonesia di Asian Games 2026, terutama dalam nomor 50 meter gaya punggung. “Ini adalah momen penting untuk membuktikan bahwa saya bisa menjadi yang terbaik,” kata Jason.
Sebelumnya, Jason sudah terlibat dalam beberapa kejuaraan tingkat nasional dan internasional. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa konsistensi dan ketekunan adalah kunci utama dalam mencapai tujuan. “Saya berharap bisa menghadirkan performa terbaik di Asia Games, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk para penggemar dan keluarga,” tambahnya.
Struktur Pelatnas dan Harapan untuk Kolaborasi Lebih Baik
Kendati pelatnas sudah dimulai, Jason menyebut bahwa ia masih menunggu pengaturan yang lebih rapi. “Program pelatnas sudah berjalan, tetapi belum terpusat sepenuhnya. Saya masih melatih sendiri, tapi nanti akan ada koordinasi yang lebih baik,” jelasnya.
Jason juga menyoroti pentingnya dukungan tim pelatih dan rekan satu tim. Ia berharap bisa bekerja sama lebih erat untuk mencapai target rekor pribadi yang diinginkan. “Saya percaya dengan kerja sama yang baik, hasil yang lebih baik bisa tercapai,” katanya.
Meski begitu, Jason tetap optimis dengan kemampuan dirinya. Ia menilai bahwa potensi untuk memecahkan rekor sudah ada, asalkan dirinya bisa tetap fokus dan tidak terburu-buru. “Saya tidak ingin terjebak dalam tekanan, tapi tetap berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Kesiapan dan Harapan untuk Asian Games 2026
Sebelum kejuaraan internasional, Jason menjelaskan bahwa ia sudah melakukan evaluasi terhadap kekuatan dirinya. “Latihan harus berjalan sesuai dengan rencana, dan saya juga mengecek apakah ada area yang perlu ditingkatkan,” katanya.
Untuk memastikan kesiapan, Jason mengatakan bahwa tim pelatih sudah memberikan beberapa arahan. “Mereka membantu saya dalam perbaikan teknik dan mental, agar saya bisa berlari dengan lebih baik di Asian Games nanti,” jelasnya.
Jason juga mengungkapkan bahwa mentalnya tidak kalah penting dari fisik. “Saya ingin tetap tenang di tengah persaingan, karena kecemasan bisa memengaruhi hasil,” katanya. Ia berharap bisa memberikan tampilan terbaiknya di Aichi-Nagoya, sebagai bagian dari pencapaian Indonesia dalam olahraga renang.
Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akan digelar pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Dengan jadwal tersebut, Jason merasa ada waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri. “Saya yakin bisa memberikan yang terbaik di sana, selama latihan tetap berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Untuk meningkatkan performa, Jason berencana memanfaatkan fasilitas yang ada di Jakarta, seperti Stadion Akuatik GBK, sebagai tempat latihan. “Saya ingin mengasah kembali teknik saya di sini, sebelum melangkah ke luar negeri,” katanya.
Dalam perjalanan menuju Asian Games, Jason juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kondisi tubuh. “Tubuh yang sehat adalah dasar dari latihan yang baik, jadi saya berusaha menjaga pola makan dan istirahat yang cukup,” jelasnya.
Jason menutup wawancara dengan semangat tinggi. Ia berharap bisa menorehkan nama Indonesia di papan atas Asian Games 2026, sekaligus memperbaiki rekor pribadinya. “S
