Important Visit: Sinner tak ingin disandingkan dengan Federer, Nadal, Djokovic

Jakarta, 23 Mei 2026 – Jannik Sinner merasa bangga dengan prestasinya terbaru, tetapi ia tidak ingin dibandingkan dengan legenda tenis yang dikenal sebagai “The Big Three” Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic. Sinner mencapai pencapaian yang luar biasa dengan mengantarkan gelar ATP Masters 1000 kelima secara beruntun di Madrid Open 2026, setelah sebelumnya meraih kemenangan di Paris November lalu, Indian Wells, Miami, serta Monte-Carlo musim ini. Dalam konferensi pers pasca-kemenangannya di Madrid, ia mengungkapkan, “Seperti yang selalu saya katakan, saya tidak bisa membandingkan diri sendiri dengan Rafa, Roger, atau Novak. Apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang luar biasa. Saya bermain karena keinginan untuk mencapai yang terbaik dalam diri saya sendiri, bukan untuk mengejar rekor-rekor mereka.”

Menjaga Fokus pada Diri Sendiri

Important Visit – Dalam pertandingan final Madrid Open 2026, Sinner dengan mudah mengalahkan Alexander Zverev 6-1, 6-2, hanya kehilangan dua set dari 27 pertandingan dalam rentetan kemenangan Masters 1000-nya saat ini. Sinner menekankan bahwa keberhasilannya tidak hanya tentang angka-angka, tetapi juga disiplin dan pengorbanan yang terus-menerus ia lakukan. “Tentu saja, angka-angka ini sangat mengesankan. Tapi di baliknya, ada banyak usaha dan dedikasi yang perlu dijaga,” ujarnya.

“Saya bermain untuk tim saya, karena mereka memahami apa yang saya lalui. Juga untuk keluarga, karena meskipun saya mencapai kesuksesan, mereka selalu mendukung saya dengan cara yang konsisten,” tambah Sinner.

Sinner mengakui bahwa perjalanan ke Madrid Open 2026 adalah bagian dari rangkaian pengalaman yang beragam di berbagai permukaan lapangan. Dari lapangan keras dalam ruangan di Paris, ke permukaan yang sangat memantul di Indian Wells, lalu ke lapangan datar di Miami, hingga permukaan tanah liat di Monte-Carlo, setiap turnamen memberikan tantangan unik. “Kondisi lapangan berubah setiap saat, jadi sulit untuk menentukan pertandingan yang paling sulit. Saya hanya fokus pada permainan hari ini,” katanya.

Rutinitas Harian sebagai Kunci Kemenangan

Sinner menjelaskan bahwa konsistensi dalam performa terkait dengan rutinitas harian yang ia terapkan. “Saya adalah orang pertama yang bangun di pagi hari untuk siap bermain. Dengan memperkuat kebiasaan ini, saya bisa menempatkan diri pada kondisi terbaik untuk mengejar target pribadi,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa setiap pertandingan, meski berlangsung di lapangan yang berbeda, tetap membutuhkan perhatian penuh. “Jika sedikit kehilangan fokus, permainan bisa berubah drastis, seperti yang terjadi saat saya melakukan break di set kedua hari ini,” imbuh Sinner.

Menantikan Pemain Muda yang Akan Datang

Dalam wawancara, Sinner menyoroti pentingnya kompetisi dengan generasi muda. “Ada banyak talenta baru yang muncul, dan mereka punya potensi untuk menjadi ancaman di masa depan. Mungkin dalam beberapa bulan, nama-nama baru akan mulai menghiasi papan atas,” katanya. Sebagai contoh, ia menyebut Rafael Jodar, yang enam bulan lalu belum terlihat memiliki kemampuan sebesar ini, kini telah menjadi bagian dari kompetisi level tinggi.

“Saya yakin ada pemain lain yang sedang tumbuh, seperti Alexander Blockx yang mencapai semifinal di sini. Mereka semua punya peluang untuk menduduki posisi puncak, dan saya harus tetap siap menghadapi mereka,” ujar Sinner.

Menurut Sinner, kemenangan beruntunnya tidak menghalangi keinginannya untuk terus berkembang. “Saya tidak puas dengan apa yang telah dicapai, karena menantang diri sendiri adalah bagian dari proses menjadi lebih baik. Dalam perjalanan ini, saya belajar bahwa setiap lapangan memiliki kekhasannya sendiri, dan itu yang membuatnya menarik,” jelasnya.

Perbedaan Kondisi Lapangan dan Strategi Pemain

Kemampuan Sinner untuk beradaptasi dengan berbagai jenis permukaan menjadi keunggulan yang tak terabaikan. Dari Madrid yang berada di ketinggian yang tinggi, hingga lapangan yang berbeda di setiap turnamen, ia mampu menyesuaikan strategi permainannya. “Di Madrid, jika servis dilakukan dengan baik, banyak hal bisa terjadi. Namun, setiap pertandingan tetaplah tantangan sendiri, dan saya tidak ingin memilih satu pertandingan sebagai yang terberat,” tambahnya.

Sinner juga menegaskan bahwa ia tidak berharap untuk mengejar rekor-rekor yang pernah dicatat oleh Federer, Nadal, atau Djokovic. “Apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang luar biasa, tetapi saya hanya ingin menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Saya percaya bahwa setiap pemain punya caranya sendiri untuk mencapai keberhasilan,” katanya.

Apakah Ini Puncak Kariernya?

Meski mencapai rekor lima gelar Masters 1000 beruntun, Sinner tidak menganggap ini sebagai akhir dari perjalanan karier. “Ini adalah bagian dari proses, bukan tujuan akhir. Saya masih ingin belajar dan berkembang lebih jauh,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa tumbuh sebagai atlet profesional adalah tentang ketekunan dan keinginan untuk terus berinovasi.

Sinner menegaskan bahwa keberhasilannya tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana ia membangun kepercayaan diri dan kekuatan mental. “Dalam setiap pertandingan, saya mencoba mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya. Hal itu membuat saya lebih siap menghadapi tantangan di depan,” ujarnya.

Para penggemar sepakat bahwa Sinner telah membuktikan kualitasnya sebagai pemain berbakat. Dengan menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi di berbagai permukaan dan tetap mempertahankan performa luar biasa, ia menempatkan diri sebagai salah satu pemain yang layak diacungi jempol. Namun, bagi Sinner, itu hanya bagian dari perjalanan yang lebih panjang. “Saya tidak ingin mengejar rekor mereka, tapi saya ingin mencapai hal-hal yang unik bagi diri sendiri,” katanya.