Dua calon haji asal Jambi gagal diberangkatkan ke Tanah Suci
Dua Calon Haji Asal Jambi Tidak Dapat Berangkat ke Tanah Suci
Dua calon haji asal Jambi gagal – Kota Jambi menjadi sorotan pada Rabu, 6 Mei 2026, setelah dua jamaah calon haji dari kota tersebut tidak berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Batam. Kloter BTH 13, yang seharusnya menjadi bagian dari perjalanan spiritual ini, mengalami hambatan karena dua peserta yang memiliki kondisi kesehatan spesifik. Kedua individu tersebut, Iramawaty Siregar Abdul Chatib Siregar (74) dan Samsuddin Buyung Kenek (84), berasal dari Kota Jambi dan sempat menjadi perhatian sebelum keberangkatan.
Kondisi Kesehatan yang Membuat Penundaan
Iramawaty, yang dikenal sebagai salah satu jamaah dalam kelompok tersebut, mengalami masalah kesehatan yang memicu keputusan penundaan keberangkatannya. Penyakit demensia yang dideritanya memperlihatkan gejala penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir logis. Tanda-tanda ini terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan di Kota Jambi, yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Dalam penyelidikan lebih lanjut, tim medis menemukan bahwa kondisi ini memengaruhi kemampuan beliau untuk menjalani ritual haji secara mandiri.
“Irma sudah diperiksa oleh tim medis, dan hasilnya menunjukkan adanya gangguan kognitif yang cukup serius,” jelas Rahmat Dwilki Akbar, petugas pendamping dari Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi. “Kita masih menunggu diagnosis lengkap dari dokter dan memastikan kondisi beliau stabil sebelum dilanjutkan ke Tanah Suci.”
Samsuddin Buyung Kenek Mengalami Kondisi Darurat
Sementara itu, Samsuddin Buyung Kenek (84) menghadapi situasi berbeda. Meski telah tiba di Bandara Batam, ia tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Menurut informasi dari petugas, beliau sedang menjalani perawatan di RS Awal Bros Batam, sementara keluarga masih dalam perjalanan untuk menyertainya. Seluruh barang bawaan jamaah telah disimpan di bandara setelah koordinasi dengan pihak terkait.
“Samsuddin sudah ditangani oleh dokter, dan saat ini mendapat perawatan di RS Awal Bros Batam. Kita menunggu hasil pemeriksaan medis serta kehadiran keluarganya di Batam,” tambah Dwilki. “Seluruh barang jamaah sudah aman, dan kami melakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan tidak ada risiko saat penerbangan.”
Proses Pemeriksaan dan Koordinasi di Embarkasi Batam
Pada Rabu, 6 Mei 2026, Kloter BTH 13 diterbangkan ke Madinah (MED) menggunakan pesawat dengan kode SV5417 / 9H-AZD. Jadwal penerbangan diumumkan pada pukul 08.23 WIB, dan jumlah peserta serta petugas yang terlibat mencapai 441 orang. Anggota kelompok terdiri dari 194 laki-laki dan 247 perempuan, dengan tambahan 21 unit kursi roda untuk jamaah yang membutuhkan bantuan mobilitas.
Embarkasi Batam, sebagai pusat pengumpulan jamaah, memiliki peran penting dalam memastikan semua peserta memenuhi persyaratan kesehatan dan administratif. Petugas melakukan pemeriksaan berkala terhadap jamaah sejak proses registrasi hingga hari keberangkatan. Kloter BTH 13, yang tergabung dalam program haji tahun ini, mengalami dua kejadian yang mengganggu rencana awal. Dua jamaah ini menjadi contoh nyata bagaimana kondisi kesehatan bisa memengaruhi keberangkatan haji, bahkan di stasiun akhir sebelum penerbangan.
Prosedur dan Tindakan Pencegahan
Dalam rangka meminimalkan risiko selama perjalanan, Kemenhaj melalui Embarkasi Batam mengambil langkah-langkah antisipatif. Setiap jamaah diperiksa secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan mental dan fisik, sebelum keberangkatan. Untuk kasus Iramawaty, tim medis melakukan evaluasi lebih lanjut dan menunda pemberangkatannya hingga kondisi beliau dinyatakan membaik. Sementara Samsuddin mendapat perawatan segera di Batam setelah tiba, dengan rencana pengiriman barang ke arah Tujuan diatur agar tidak terganggu.
Koordinasi antara Embarkasi Batam dan Dinas Kesehatan Jambi juga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pengambilan keputusan. Tim pendamping jamaah berupaya memberikan bantuan maksimal kepada kedua calon haji tersebut, termasuk pengaturan tempat istirahat sementara di bandara hingga keluarga tiba. Meski mengalami hambatan, anggota kloter lainnya tetap berangkat sesuai jadwal, dengan harapan pengalaman haji mereka tidak terganggu.
Signifikansi Kloter BTH 13
Kloter BTH 13 menjadi bagian dari total 441 jamaah dan petugas yang terlibat dalam perjalanan ke Tanah Suci. Angka ini mencerminkan besarnya minat masyarakat Jambi terhadap ibadah haji, yang merupakan bagian dari ibadah wajib bagi umat Islam. Embarkasi Batam, sebagai salah satu pusat pemberangkatan, menjamin kenyamanan dan keamanan selama perjalanan, termasuk menyediakan fasilitas khusus untuk jamaah yang mem
