Historic Moment: Siswa kelas 6 SDN Tebet Barat tetap ujian di kelas usai tembok roboh

Historic Moment: Siswa Kelas 6 SDN Tebet Barat Tetap Ujian di Kelas Usai Tembok Roboh

Historic Moment – Dalam sebuah Historic Moment, siswa kelas 6 SDN Tebet Barat 08 Pagi, Jakarta Selatan, tetap melaksanakan ujian secara langsung meski sebagian ruang kelas rusak akibat tembok yang roboh. Kejadian ini terjadi pada Senin (4/5) pukul 22.00 WIB, setelah hujan deras melanda wilayah tersebut. Meski ada kerusakan, sekolah memutuskan untuk memprioritaskan proses evaluasi akhir tahun bagi kelas 6, sementara kelas lain berganti ke metode daring.

Proses Ujian Berjalan Lancar Meski Ada Penyesuaian

“Kelas 1–5 melaksanakan pembelajaran jarak jauh, sementara kelas 6 tetap berlangsung tatap muka karena sedang menjalani ujian semester,” kata Daryono, Kepala Sekolah SDN Tebet Barat 08 Pagi, kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Keputusan ini diambil untuk menjaga kelancaran proses belajar mengajar, meski sekolah harus menghadapi Historic Moment yang tidak terduga.

Kerusakan Akibat Turap Terkikis Air

Kerusakan struktur bangunan disebabkan oleh tembok yang roboh akibat turap di bawahnya terkikis air. Daryono menjelaskan bahwa bangunan ini sudah berusia sejak 2015, dan materialnya mulai lapuk. “Retaining wall di bawahnya tidak lagi mampu menahan tekanan air hujan deras,” ujar Daryono. Hal ini memaksa pihak sekolah membatasi akses ke area terdampak untuk mencegah risiko tertinggal atau terluka.

Sejumlah ruang kelas tetap dapat digunakan untuk ujian semester, meski perbaikan sedang berlangsung di lima petak area kantin. “Saat ini, kami sedang fokus pada pembersihan puing-puing dan memastikan keamanan siswa,” tambahnya. Pihak sekolah juga melakukan koordinasi dengan para guru dan koordinator kelas sejak mengetahui informasi kerusakan. Langkah ini diambil untuk memastikan proses Historic Moment berjalan tanpa hambatan.

BPBD Jakarta Selatan menyebutkan bahwa usia material bangunan menjadi faktor utama kerusakan. “Hasil asesmen menunjukkan bahwa bangunan ini sudah cukup tua dan rentan terhadap kelembapan serta pergerakan tanah,” kata BPBD. Mereka menyarankan untuk menghindari akses jalan hingga kondisi lebih stabil. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi sekolah untuk memperbaiki infrastruktur secara lebih serius.

Sementara itu, Daryono menyampaikan bahwa fasilitas online telah disediakan untuk kelas 1–5. “Kami ingin memastikan semua siswa tetap memahami materi pelajaran, meski tidak sepenuhnya menggunakan ruang belajar yang terganggu,” jelasnya. Selain itu, tim dari BPBD dan pihak sekolah langsung bergerak untuk menangani kerusakan setelah kejadian pada Senin (4/5) pukul 22.00 WIB. Penanganan dimulai pukul 22.30 WIB, fokus pada pembersihan puing dan pengecekan kondisi bangunan.

Sejauh ini, belum ada laporan korban, dan pengungsian tidak diperlukan. “Semua siswa tetap aman karena kami melakukan pengawasan ketat sejak kejadian terjadi,” imbuh Daryono. Proses penyesuaian jadwal juga tidak mengganggu pembelajaran, tetapi memastikan evaluasi berjalan lancar. “Kami memberikan waktu tambah untuk mengatasi kesulitan akibat kerusakan ini,” tambahnya.

Kerusakan akibat tembok yang roboh sedang dalam pendataan. Pihak sekolah berencana melaporkan detail kerusakan ke unit kerja perangkat daerah (UKPD) untuk langkah perbaikan lebih lanjut. Daryono menyatakan bahwa perbaikan terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi sekolah menjadi normal. “Kami berharap dalam beberapa hari ke depan, semua area kembali siap digunakan,” harapnya.