Emas perdana di Asian Beach Games jadi motivasi Desak bidik gelar lagi
Emas Perdana di Asian Beach Games Jadi Motivasi Desak Bidik Gelar Lagi
Emas perdana di Asian Beach Games – Jakarta – Atlet panjat tebing dari disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, menganggap medali emas yang berhasil diraihnya dalam Asian Beach Games Sanya 2026, di China sebagai penghargaan tambahan yang memotivasi dirinya untuk mengejar target baru pada kompetisi internasional berikutnya. Keberhasilan ini menjadi tanda penting bagi kebanggaan nasional, terutama dalam event olahraga pantai yang diadakan di Tianya Haijiao Venue Claster, Rabu malam WIB. Menurut Desak, prestasi ini adalah awal yang baik untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan lebih besar, termasuk ajang besar seperti Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, serta berbagai kejuaraan dunia lainnya.
Perjuangan Menuju Emas
Desak Made, yang berasal dari Bali, berduet dengan Kadek Adi Asih dalam kategori speed relay putri. Keduanya berhasil menyabet medali emas perdana Indonesia di Asian Beach Games Sanya 2026, setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Jimin Jeong/Hanaerum Sung, di babak final. Waktu yang dicatatkan tim mereka adalah 13,76 detik, yang mengalahkan perlawanan dari negara-negara lain seperti Tiongkok dan Jepang. Sebelumnya, dalam babak kualifikasi, mereka menempati posisi keempat dengan catatan waktu 14,27 detik, sementara di semifinal, mereka mengalahkan pasangan Tiongkok, Yafei Zhou/Yafei Lijuan Deng, dengan waktu 13,174 detik, sekaligus mencetak rekor dunia untuk nomor speed women’s relay.
Persaingan di Asian Beach Games kali ini sangat sengit, dengan banyak negara yang turut meramaikan lomba. Indonesia mengirimkan delapan atlet panjat tebing, terdiri dari empat putra dan empat putri, untuk mengikuti dua kategori, yaitu speed individu dan speed relay. Tim putri diperkuat oleh Desak Made, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, serta Amanda Narda Mutia. Sementara itu, tim putra meliputi Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Keberadaan mereka menjadi harapan Indonesia untuk mengharumkan nama negara di ajang multievent tersebut.
Komentar Atlet
“Ini Asian Beach Games pertama saya dan langsung merebut emas,” ujar Desak Made seusai pertandingan. “Saya berharap pencapaian ini menjadi dasar untuk mengejar prestasi lebih besar, seperti Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.”
Dalam wawancara pasca-lomba, Desak menekankan bahwa hasil ini memberinya kepercayaan diri untuk menghadapi lomba lebih berat. Ia menyebutkan bahwa fokusnya akan ditingkatkan, baik dalam latihan maupun strategi kompetisi, agar bisa memberikan kontribusi maksimal untuk keberhasilan tim nasional. Desak juga menyampaikan harapannya bahwa medali emas ini bisa menjadi pengingat bagi dirinya dan rekan-rekan atlet lain untuk terus berkembang.
Keberhasilan Desak Made dan Kadek Adi Asih dalam speed relay putri menggambarkan kolaborasi yang solid antara dua atlet. Mereka memulai perjuangan dari babak kualifikasi, lalu melangkah ke semifinal, dan akhirnya menjadi juara di babak final. Proses ini membutuhkan konsistensi, kecepatan, dan keterampilan yang sempurna, karena setiap langkah dalam lomba mengubah momentum pertandingan. Dalam format speed relay, waktu total tim dihitung secara terus-menerus, mulai dari atlet pertama melewati lintasan hingga atlet terakhir menyelesaikannya. Mekanisme ini menguji kemampuan pemanjat individu sekaligus koordinasi tim.
Menurut Desak, format lomba ini membutuhkan strategi khusus. “Kami harus selalu terus meningkatkan kecepatan, karena setiap detik bisa berdampak besar pada hasil akhir,” katanya. Ia menjelaskan bahwa atlet berlomba secara bergantian, dimana setiap pemanjat harus segera memulai setelah rekan sebelumnya menyelesaikan tantangan. Waktu tidak direset setiap pergantian, sehingga perbedaan kecil bisa mengubah pemenang. Hal ini membuat kejuaraan speed relay menjadi salah satu bagian paling menegangkan dalam Asian Beach Games.
Momentum Keberhasilan
Desak Made dan Kadek Adi Asih menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dari babak kualifikasi hingga final. Di kualifikasi, mereka mencatat waktu 14,27 detik, namun di semifinal, performa mereka meningkat menjadi 13,174 detik, yang memungkinkan mereka melangkah lebih jauh. Di babak final, tim tersebut berhasil menorehkan catatan waktu yang mengukir nama Indonesia dalam sejarah olahraga pantai. Prestasi ini juga mencatatkan rekor dunia baru untuk nomor speed women’s relay, menunjukkan dominasi mereka dalam format tersebut.
Dalam Asian Beach Games Sanya 2026, Indonesia berjuang melawan pesaing kuat seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Tiongkok, sebagai negara tuan rumah, memiliki keunggulan dalam beberapa disiplin, namun Desak Made dan Kadek Adi Asih mampu mengatasi rintangan tersebut. Hasil ini menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada pengalaman, tetapi juga pada persiapan yang matang dan kerja sama yang baik antar anggota tim.
Peran Pengurus dan Harapan Masa Depan
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan delapan atlet untuk mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026. Mereka membagi kekuatan antara putra dan putri, dengan masing-masing empat atlet. Tim putra diwakili oleh Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Sementara tim putri terdiri dari Desak Made, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia. Para atlet ini diharapkan menjadi penjaga nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
Desak Made menjelaskan bahwa keberhasilan di Asian Beach Games kali ini adalah bukti kegigihan mereka dalam berlatih. “Kami sudah melatih sangat keras sebelum event ini, dan hasilnya sudah terlihat,” katanya. Ia berharap, pengalaman ini bisa dijadikan fondasi untuk mengejar target lebih besar, seperti medali emas di Olimpiade Los Angeles 2028. Selain itu, Desak juga menargetkan prestasi pada Asian Games 2026, yang akan digelar di Jepang pada bulan September mendatang. “Ini akan menjadi tantangan terbesar hingga saat ini,” ujarnya.
Menurut Desak, medali emas di Asian Beach Games Sanya 2026 bukan hanya keberhasilan individu, tetapi juga merupakan apresiasi bagi seluruh tim dan pelatih yang mendukungnya. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini memotivasi dirinya untuk terus berkembang, karena event olahraga pantai seperti ini bisa menjadi katalis untuk meningkatkan kualitas atlet nasional. “Kami berharap bisa mengulangi keberhasilan ini di kejuaraan berikutnya,” imbuhnya.
Asian Beach Games Sanya 2026 menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga pantai. Dengan delapan atlet yang dikirim, FPTI menargetkan peningkatan prestasi dari sebelumnya. Desak Made dan Kadek Adi Asih menjadi contoh bagus, karena mereka mampu memberikan kontribusi besar dalam nomor speed relay putri. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa olahraga panjat tebing Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat internasional.
Menurut Desak, keberhasilan di Asian Beach Games akan menjadi bahan semangat bagi dirinya dan rekan-rekan atlet lain. “Saya ingin mengejar medali emas di Olimpiade Los Angeles 2028, karena itu adalah target utama kami,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa persiapan untuk kejuaraan tersebut sedang berjalan, dengan fokus pada peningkatan kecepatan dan ketahanan fisik. “Dengan
