AAJI dukung generasi muda bangun aset dan melek finansial sejak dini

1 month ago  ·  4 min read
By Daniel Johnson - fukushimask.com
IMG_2857

Generasi Muda Surabaya Diminta Bangun Fondasi Keuangan Sejak Kuliah

Fukushimask.com – Kota Surabaya yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan bisnis di Jawa Timur kini menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan kesadaran finansial kalangan muda. AAJI dukung generasi muda bangun aset dan melek finansial sejak dini melalui program Smart Financial Day yang digelar di Universitas Airlangga. Inisiatif ini mengajak mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada studi akademik, tetapi juga mempersiapkan diri secara ekonomi. Langkah ini dinilai krusial mengingat era digital membawa kemudahan transaksi namun juga tantangan baru dalam pengelolaan keuangan pribadi.

Kemudahan Digital Butuh Pemahaman yang Mumpuni

Perkembangan teknologi pembayaran digital dan layanan paylater telah mengubah cara generasi muda bertransaksi sehari-hari. Namun, kemudahan ini tidak serta merta menjamin kesejahteraan finansial jangka panjang. Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen menekankan bahwa akses saja tidak cukup. Mahasiswa perlu memahami betul bagaimana mengelola uang yang mereka miliki agar tidak terjebak dalam pola konsumsi berlebihan.

Generasi muda tidak hanya perlu memiliki akses, tetapi juga pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan.

Ungkapan tersebut disampaikan saat acara bertema Preparing Long-term Assets Now! yang merupakan bagian dari rangkaian TADEA 2026. Kegiatan ini juga sejalan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas literasi finansial seluruh lapisan masyarakat. Fokus utama program ini adalah memastikan mahasiswa memiliki bekal pengetahuan sebelum terjun ke dunia kerja dan menghadapi berbagai tanggung jawab ekonomi.

Tiga Pilar Utama Pengelolaan Keuangan

AAJI memperkenalkan kerangka kerja yang terdiri dari tiga langkah fundamental. Pertama, Hasilkan dan Kelola, yang mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan membangun jejaring guna menghasilkan pendapatan. Kedua, Tumbuhkan, yang menekankan pentingnya mengelola keuangan secara bijak dan konsisten dalam membangun aset. Ketiga, Lindungi, yang mengingatkan akan pentingnya memahami perlindungan terhadap berbagai risiko finansial yang mungkin terjadi.

Menurut Wianto Chen, persiapan masa depan tidak harus menunggu seseorang lulus kuliah, mendapatkan pekerjaan tetap, atau memiliki penghasilan besar. Kebiasaan dan keputusan keuangan harus dibangun sejak dini. Fondasi yang kuat akan membantu individu menghadapi kebutuhan hidup yang semakin kompleks di masa depan. Hal ini menjadi sangat penting bagi generasi yang tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kesenjangan Inklusi dan Literasi Finansial

Ketua Penyelenggara Top Agent & Distribution Excellence Awards AAJI Antonius Probosanjoyo menyoroti adanya kesenjangan signifikan dalam industri finansial nasional. Data menunjukkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, sementara literasi finansial masih berada di angka 69,57 persen. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa banyak masyarakat telah memiliki instrumen finansial namun belum sepenuhnya memahami fungsinya.

Kesenjangan ini menjadi perhatian serius karena masyarakat yang memiliki produk keuangan sering kali tidak mampu memaksimalkan peluang yang tersedia. Aset-aset yang seharusnya menjadi investasi untuk masa depan justru tidak dioptimalkan dengan baik. Kesadaran mengatur keuangan harus dibangun sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga investor yang cerdas.

Dampak Jangka Panjang bagi Ketahanan Ekonomi

Edukasi finansial yang berkelanjutan diharapkan tidak berhenti pada tingkat pengetahuan semata. Tujuannya adalah mendorong lahirnya kebiasaan finansial sehat yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi antargenerasi. Surabaya sebagai kota pendidikan memiliki potensi besar untuk menjadi model dalam implementasi program literasi keuangan bagi mahasiswa.

Mahasiswa yang memahami konsep investasi, asuransi, dan pengelolaan utang sejak dini akan lebih siap menghadapi fluktuasi ekonomi. Mereka juga akan lebih mampu mengambil keputusan finansial yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidup masing-masing. Kolaborasi antara institusi pendidikan, industri keuangan, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan program ini dalam jangka panjang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Literasi Finansial

Apa itu Smart Financial Day? Smart Financial Day adalah program edukasi finansial yang diselenggarakan oleh AAJI untuk meningkatkan kesadaran keuangan kalangan muda, khususnya mahasiswa di berbagai universitas.

Mengapa literasi finansial penting bagi mahasiswa? Literasi finansial membantu mahasiswa membuat keputusan keuangan yang tepat sejak dini, menghindari utang berlebihan, dan membangun aset untuk masa depan.

Berapa persen indeks inklusi dan literasi keuangan di Indonesia? Indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, sementara literasi finansial berada di angka 69,57 persen, menunjukkan adanya kesenjangan yang perlu diperbaiki.

Bagaimana cara mahasiswa memulai pengelolaan keuangan? Mahasiswa dapat memulai dengan membuat anggaran, menabung secara konsisten, memahami produk keuangan dasar, dan memanfaatkan layanan digital dengan bijak.

Program Smart Financial Day di UNAIR menjadi salah satu contoh nyata bagaimana edukasi dapat diakses langsung oleh target audiens. Dengan pendekatan yang relevan dan praktis, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan prinsip-prinsip keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan menciptakan generasi yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga tangguh secara finansial.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *