Dirut Bulog ajak masyarakat kenali mutu beras sesuai standar

5 hours ago  ·  4 min read
By Richard Wilson - fukushimask.com

Bulog Perkuat Edukasi Standar Mutu Beras untuk Perlindungan Konsumen

Fukushimask.com – Jakarta menjadi tempat di mana Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan ajakan penting kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia mendorong agar masyarakat lebih memahami mutu beras sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga tidak mudah tertipu oleh label maupun tampilan fisik produk. Tujuannya jelas, yaitu agar konsumen memperoleh produk yang sesuai dengan kualitas dan harga yang wajar di pasaran.

Rizal menjelaskan bahwa kategori beras tidak semata-mata ditentukan oleh warna yang putih, tampilan mengilap, merek dagang, maupun klaim yang tertera pada kemasan. Penentuan kelas mutu harus mengacu pada parameter yang dapat diukur dan diuji secara ilmiah. Melalui edukasi yang gencar dilakukan, Bulog ingin membantu masyarakat menjadi konsumen yang semakin cermat sekaligus memperoleh kepastian bahwa mutu beras yang dibeli sesuai dengan kelas dan harganya.

Regulasi Mutu Beras Berdasarkan Peraturan Terbaru

Rizal menyatakan pemahaman mengenai mutu beras sangat penting agar masyarakat memperoleh produk yang sesuai dengan informasi pada label dan harga yang dibayarkan. Ia menekankan bahwa beras premium bukan sekadar beras yang terlihat putih, bersih, atau mengilap. Penentuan kelas mutu harus mengacu pada parameter yang dapat diukur dan diuji, bukan hanya berdasarkan kesan visual semata.

Menurut dia, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras, beras yang diedarkan wajib memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Spesifikasi tersebut meliputi derajat sosoh, kadar air, butir menir, butir patah, butir beras lainnya, dan butir gabah. Regulasi tersebut mengelompokkan beras ke sesuai mutunya, yaitu premium dan medium.

“Melalui edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat menjadi konsumen yang semakin cermat sekaligus memperoleh kepastian bahwa mutu beras yang dibeli sesuai dengan kelas dan harganya,” kata Rizal di Jakarta, Jumat.

Perbedaan Teknis Antara Beras Premium dan Medium

Untuk kategori premium, ketentuan mutu antara lain meliputi derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, butir menir maksimal 0,5 persen, butir patah maksimal 15 persen, total butir beras lainnya maksimal 1 persen, tanpa butir gabah, serta tanpa benda asing. Sementara pada beras medium, derajat sosoh dan kadar air ditetapkan sama, tetapi memiliki toleransi lebih besar.

Toleransi untuk beras medium lebih longgar, yakni butir menir maksimal 2 persen, butir patah maksimal 25 persen, total butir beras lainnya maksimal 4 persen, dan butir gabah maksimal satu butir per 100 gram. Perbedaan premium dan medium terutama terlihat dari komposisi butirnya. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan kondisi beras secara menyeluruh, membaca informasi pada kemasan, memastikan label produk jelas, serta membeli dari pedagang atau saluran distribusi yang dapat dipercaya.

Harga Eceran Tertinggi Berdasarkan Zona Distribusi

Edukasi tersebut juga menjadi bagian dari perlindungan konsumen agar terdapat kesesuaian antara mutu, label, dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, HET beras ditetapkan berdasarkan wilayah distribusi. Untuk zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram dan beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram.

Di zona 2, yang mencakup wilayah Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Kalimantan, serta Nusa Tenggara Timur, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp14.000 per kilogram dan beras premium sebesar Rp15.400 per kilogram. Sementara itu, untuk zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp15.500 per kilogram dan beras premium sebesar Rp15.800 per kilogram.

“Beras premium bukan sekadar beras yang terlihat putih, bersih, atau mengilap. Penentuan kelas mutu harus mengacu pada parameter yang dapat diukur dan diuji,” ujarnya.

Sinergi untuk Transparansi Pasar Beras

Bulog memandang literasi mutu beras perlu terus diperluas melalui berbagai kanal komunikasi agar masyarakat tidak hanya mengandalkan penampilan fisik dalam menentukan kualitas. Hal tersebut, lanjut Rizal, sejalan dengan masukan publik agar Bulog turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman sederhana mengenai standar mutu beras nasional dan perbedaan antarkelas beras.

Ia berharap dengan informasi yang semakin terbuka, masyarakat dapat membandingkan produk secara lebih objektif dan mendapatkan mutu sesuai dengan harga yang dibayarkan. Pada saat yang sama, pelaku usaha yang menjalankan perdagangan secara jujur dan sesuai ketentuan juga memperoleh perlindungan. Ke depan, Bulog akan terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional dan lembaga terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pengawasan dan edukasi mutu beras.

“Upaya ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat, menciptakan perdagangan beras yang transparan, serta memastikan konsumen memperoleh pangan yang aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan pemerintah,” katanya.

Frequently Asked Questions

What is Dirut Bulog ajak masyarakat kenali mutu?

Dirut Bulog ajak masyarakat kenali mutu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dirut Bulog ajak masyarakat kenali mutu matter?

Dirut Bulog ajak masyarakat kenali mutu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY