New Policy: SIG raih lima Green Label Platinum, dorong produk semen rendah emisi

SIG Raih Lima Green Label Platinum, Dorong New Policy Semen Rendah Emisi

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil meraih lima sertifikat Green Label Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Prestasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memproduksi bahan bangunan yang ramah lingkungan dan mendorong keberlanjutan. Kepala Sekretaris Perusahaan SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa penghargaan ini mengakui upaya SIG dalam mengurangi dampak negatif industri terhadap lingkungan. “New Policy SIG adalah langkah strategis untuk menghasilkan produk semen yang lebih rendah emisi, sekaligus memberikan solusi konstruksi yang lebih tanggung jawab,” tuturnya dalam siaran pers.

Komitmen Berkelanjutan melalui Inovasi Teknologi

Dengan New Policy, SIG menerapkan inovasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi energi. Penggunaan sistem otomatis dalam proses produksi membantu perusahaan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mengoptimalkan energi terbarukan. “Ini tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga memastikan produk kami tetap berkualitas tinggi,” jelas Vita.

Pabrik SIG yang mendapat sertifikasi meliputi Tuban, Pangkep, Narogong, Cilacap, dan Lhoknga. Di sana, perusahaan memperbaiki praktik pertambangan, mengelola limbah sebagai bahan baku alternatif, serta meningkatkan penggunaan sumber daya terbarukan. “Kami mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap tahap produksi, sesuai dengan New Policy yang kami jalankan,” tambahnya.

Penggunaan teknologi canggih ini juga memungkinkan SIG memantau dan mengelola emisi secara real-time, sehingga mampu memenuhi standar lingkungan yang ketat. “New Policy membantu kami mengoptimalkan sumber daya alam sekaligus meminimalkan polusi,” ujar Vita.

Produk Semen Rendah Emisi sebagai Solusi Konstruksi Berkelanjutan

Produk semen dari SIG yang memiliki sertifikat Green Label Platinum dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan secara signifikan. Dengan New Policy, perusahaan mengembangkan bahan baku yang lebih efisien, seperti pasir dan batu bara yang diproses secara terpadu. “Semen hijau SIG menjadi jawaban atas tantangan keberlanjutan di sektor konstruksi, khususnya di Indonesia,” kata Vita.

Permintaan akan bangunan yang ramah lingkungan terus meningkat, sehingga SIG berkomitmen untuk menyediakan opsi bahan bangunan yang lebih eco-friendly. “New Policy kami mengarahkan pengembangan produk agar selaras dengan target emisi global dan lokal,” jelasnya.

Dengan mengurangi emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan produk konvensional, SIG berkontribusi pada penurunan polusi lingkungan dan mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Pengelolaan Limbah sebagai Bagian dari New Policy

SIG aktif mengubah limbah industri menjadi bahan baku alternatif, yang merupakan bagian dari New Policy. Kotoran batu bara, sisa produksi, dan limbah lainnya tidak hanya diminimalkan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber daya baru. “Ini mengurangi ketergantungan pada bahan alam yang terbatas sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan lingkungan,” ujar Vita.

Langkah ini tidak hanya efektif dalam mengurangi polusi, tetapi juga mendukung penghematan sumber daya dan mengurangi biaya produksi. “New Policy SIG memastikan setiap tahap produksi berkontribusi pada lingkungan, bukan hanya ekonomi,” lanjutnya.

Adapun penggunaan energi terbarukan juga menjadi fokus utama, yang berdampak pada pengurangan emisi secara signifikan. “Kami terus beradaptasi dengan standar lingkungan global dalam rangka New Policy yang kami terapkan,” tambah Vita.

Langkah Nyata untuk Masa Depan Konstruksi Indonesia

Dengan New Policy, SIG menunjukkan komitmen untuk menjadi pelopor dalam industri bahan bangunan. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga pada dampak lingkungan. “Kami mengharapkan produk semen hijau SIG dapat menjadi pilihan utama bagi kontraktor dan pengembang,” ujar Vita.

Pengakuan dari GPCI membantu SIG memperkuat reputasinya sebagai perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan. “New Policy kami telah mendorong penerapan praktik produksi yang lebih hijau, serta menginspirasi industri lain untuk melakukan perubahan serupa,” jelasnya.

Langkah ini juga menjadi bentuk respons SIG terhadap isu lingkungan global, seperti perubahan iklim dan pencemaran udara. “Dengan mengurangi emisi, kami berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau bagi masyarakat Indonesia,” tutup Vita.

Upaya Terus Berlanjut untuk Meningkatkan Kinerja Lingkungan

Vita Mahreyni menegaskan bahwa New Policy SIG bukanlah akhir, tetapi awal dari upaya berkelanjutan. Perusahaan berencana melanjutkan inisiatif tersebut dengan peningkatan teknologi dan kolaborasi dengan pihak lain. “Kami terus memperbaiki proses produksi untuk mencapai target lingkungan yang lebih ambisius,” katanya.

Penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan serta pengurangan polusi menjadi prioritas utama dalam New Policy. “Setiap inovasi yang kami lakukan selaras dengan visi jangka panjang untuk mengurangi dampak lingkungan secara bertahap,” jelas Vita.

Ini menunjukkan bahwa SIG tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memimpin transformasi dalam industri bahan bangunan. “New Policy kami adalah bukti bahwa inovasi dan lingkungan bisa menjadi mitra yang selaras,” tuturnya.