Pertamina: Penyaluran energi di Sulteng tidak terganggu setelah gempa

1 month ago  ·  4 min read
By Daniel Johnson - fukushimask.com
khrisna-edit-1786892679-831c0bf60a

Aliran BBM dan Elpiji di Sulawesi Tengah Tetap Normal Pasca Gempa M6,2 di Parigi Moutong

Fukushimask.com – Guncangan seismik berkekuatan magnitudo 6,2 yang menghantam Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu malam (15/8) sempat memicu kekhawatiran warga Sulawesi Tengah akan terganggunya pasokan bahan bakar. Namun, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa seluruh rantai distribusi energi—baik untuk bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji—tetap berjalan tanpa hambatan berarti di wilayah Sulteng dan sekitarnya.

Sulawesi Tengah berada di kawasan yang secara geologis sangat aktif, berdekatan dengan Palung Sunda dan sesar Palu. Gempa-gempa berkala menjadi bagian dari dinamika tektonik yang tak terhindarkan bagi provinsi ini. Dalam konteks itulah, keberlangsungan pasokan energi menjadi faktor krusial: rumah tangga membutuhkan elpiji untuk memasak, kendaraan operasional memerlukan BBM, dan fasilitas publik tidak boleh lumpuh. Kegagalan distribusi bahan bakar di tengah situasi pascagempa dapat memperparah dampak sosial-ekonomi secara berlipat.

Pernyataan Resmi dari Manajemen Regional

Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menyampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu pada Minggu bahwa distribusi energi bahan bakar di Sulawesi Tengah dan kawasan sekitarnya tetap berjalan lancar meskipun gempa telah mengguncang wilayah tersebut.

“Distribusi energi bahan bakar di Sulawesi Tengah dan sekitarnya tetap berjalan lancar setelah diguncang gempa.”

Ia menambahkan bahwa hasil pengecekan awal tidak menemukan kerusakan pada sarana maupun prasarana operasional Pertamina di Sulteng. Dengan demikian, kemampuan melayani kebutuhan energi masyarakat tetap terjaga penuh.

Koordinasi Lapangan dan Pemantauan Berkelanjutan

Tim operasional di tingkat lapangan kini berada dalam mode koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna memastikan setiap tahapan distribusi—mulai dari terminal pengisian, jalur angkut, hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan pangkalan elpiji—berfungsi sebagaimana mestinya. Pemeriksaan teknis terhadap instalasi penyimpanan, pipa transmisi, dan armada pengiriman dilakukan secara paralel.

“Pemeriksaan dan pemantauan terhadap sarana maupun fasilitas operasional juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga aspek keselamatan serta keandalan distribusi.”

Lilik menegaskan bahwa keselamatan personel dan integritas infrastruktur menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. Pemantauan berkala tidak akan dihentikan hingga situasi seismik benar-benar stabil, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari atau minggu setelah kejadian utama.

Ajakan kepada Masyarakat: Tenang, Jangan Menimbun

Dalam situasi pascagempa, refleks umum masyarakat adalah bergegas mengisi tangki kendaraan hingga penuh atau membeli tabung elpiji lebih banyak dari kebutuhan. Pola perilaku semacam itu, jika terjadi secara masif, dapat menciptakan kelangkaan buatan yang justru membebani sistem distribusi dan memicu kepanikan berantai.

“Saya meminta masyarakat tidak memanfaatkan situasi gempa untuk menimbun BBM maupun elpiji demi kepentingan tertentu. Hingga kini situasi terkendali.”

Lilik mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik, karena pasokan energi telah dipastikan aman dan tersedia dalam jumlah memadai di seluruh titik distribusi di Sulteng.

Mekanisme Pelaporan dan Layanan Konsumen

Bagi masyarakat yang memerlukan informasi terkini mengenai ketersediaan BBM atau elpiji, maupun yang ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan energi, Pertamina menyediakan kanal Customer Solution (PCS) melalui nomor telepon 135. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme internal yang berlaku.

“Jika masyarakat menemukan kejanggalan dalam pendistribusian energi di SPBU maupun pangkalan segera laporkan kepada kami dan kami memastikan tindakan seperti itu melanggar ketentuan.”

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa praktik penimbunan, penjualan kembali di atas harga resmi, atau manipulasi alokasi bahan bakar merupakan pelanggaran yang dapat dikenai sanksi sesuai regulasi energi nasional.

Konteks Lebih Luas: Mengapa Kontinuitas Energi Penting di Sulteng

Sulawesi Tengah memiliki ketergantungan tinggi pada pasokan BBM dan elpiji untuk sektor transportasi, perikanan, pertanian, serta aktivitas ekonomi harian masyarakat pesisir dan pedalaman. Kabupaten Parigi Moutong sendiri merupakan salah satu sentra produksi jagung dan hasil hutan non-kayu di provinsi ini; gangguan distribusi bahan bakar akan langsung memengaruhi rantai logistik panen dan pengolahan hasil pertanian.

Ketersediaan energi yang stabil juga menjadi prasyarat bagi respons darurat pascabencana. Ambulans, kendaraan pemadam, genset untuk rumah sakit, dan peralatan komunikasi darurat semuanya bergantung pada pasokan BBM yang tidak terputus. Dengan memastikan distribusi tetap normal sejak malam kejadian hingga hari berikutnya, Pertamina Patra Niaga turut menjaga kapasitas respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan infrastruktur energi akibat gempa M6,2 tersebut. Pemantauan seismik dan teknis akan terus berlangsung selama periode yang diperlukan untuk memastikan keamanan penuh seluruh rantai pasok energi di Sulawesi Tengah.

Frequently Asked Questions

What is Pertamina?

Pertamina is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pertamina matter?

Pertamina matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *