PT KAI catat 3,82 juta pelanggan kereta api di Sumatera semester I

15 hours ago  ·  3 min read
By David Garcia

Pertumbuhan Perjalanan Kereta Api di Sumatera Mencapai Rekor Baru pada Semester Pertama 2026

PT KAI catat 3 82 juta – PT Kereta Api Indonesia atau yang dikenal sebagai KAI (Persero) berhasil mencatatkan angka pencapaian yang menggembirakan terkait jumlah pengguna jasa kereta api di Pulau Sumatera. Selama enam bulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 3,82 juta orang memanfaatkan layanan transportasi rel yang disediakan oleh perusahaan BUMN tersebut. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 11,35 persen apabila dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, total penumpang yang terlayani mencapai 3.818.770 orang. Angka ini mencakup perjalanan jarak jauh maupun layanan lokal yang beroperasi di bawah naungan empat divisi regional atau divre yang tersebar di wilayah Sumatera. Konfirmasi mengenai data tersebut diterima di Jakarta pada hari Sabtu lalu.

Analisis Pertumbuhan per Divisi Regional

Kenaikan jumlah penumpang tidak hanya terjadi secara keseluruhan, tetapi juga merata di setiap divre yang ada. Divre I Sumatera Utara berhasil melayani 1.390.985 penumpang, yang berarti mengalami pertumbuhan sebesar 4,7 persen dari 1.328.370 penumpang pada Semester I-2025. Meskipun persentasenya lebih kecil dibandingkan divre lainnya, angka ini tetap menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di wilayah tersebut.

Divre II Sumatera Barat mencatatkan performa yang sangat impresif dengan jumlah penumpang mencapai 1.142.466 orang. Pertumbuhan ini mencapai 17,6 persen dari 971.845 penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Persentase kenaikan ini menjadi yang tertinggi di antara keempat divre yang beroperasi di Sumatera selama Semester I-2026.

Sementara itu, Divre III Palembang melayani 603.967 penumpang dengan kenaikan 10,8 persen dari 545.326 penumpang. Divre IV Tanjungkarang juga mencatatkan angka yang positif dengan 681.352 penumpang, naik 16,7 persen dari 584.062 penumpang pada tahun sebelumnya.

Peran Strategis Kereta Api dalam Kehidupan Masyarakat

Menurut Anne, kenaikan jumlah penumpang ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas berbasis rel di berbagai wilayah Sumatera. Kereta api telah menjadi bagian integral dari aktivitas sehari-hari masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, menjalankan usaha, mengunjungi keluarga, maupun berwisata.

“Setiap wilayah memiliki karakter perjalanan yang berbeda dan seluruhnya perlu dilayani dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, serta kenyamanan,” ujar Anne Purba.

Di Sumatera Utara, layanan kereta api berperan penting dalam mendukung perjalanan antarkota serta mobilitas masyarakat menuju Kota Medan dan kawasan sekitarnya. Sementara itu, di Sumatera Barat, kereta api menjadi sarana utama bagi masyarakat untuk menuju pusat Kota Padang, kawasan pendidikan, tempat usaha, Bandara Internasional Minangkabau, serta berbagai destinasi wisata di wilayah pesisir dan perbukitan.

Pada wilayah layanan Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang, kereta api juga mendukung perjalanan antarkota di Sumatera bagian selatan. Pelanggan yang menggunakan layanan ini berasal dari beragam latar belakang kebutuhan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, perdagangan, kunjungan keluarga, hingga perjalanan wisata.

“Data setiap divre memperlihatkan bahwa kereta api mempunyai fungsi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ada pelanggan yang menggunakannya setiap hari, ada yang bepergian antarkota, dan ada pula yang memilih kereta api untuk menikmati perjalanan bersama keluarga,” ujar Anne pula.

Wilayah operasi KAI di Sumatera dikelola melalui empat divre utama, yaitu Divre I Sumatera Utara, Divre II Sumatera Barat, Divre III Palembang, dan Divre IV Tanjungkarang. Jaringan regional tersebut melayani kebutuhan masyarakat sesuai dengan karakter wilayah dan lintas operasional masing-masing. Pada sejumlah perjalanan, kereta api memberi akses menuju pusat pemerintahan, kawasan usaha, pasar, sekolah, kampus, fasilitas kesehatan, bandara, serta daerah wisata. Keterhubungan tersebut membantu masyarakat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi dengan jadwal perjalanan yang terencana.

MORE FROM THIS CATEGORY