PT PAL dan BRIN perkuat teknologi hidrodinamika lewat kolaborasi riset

15 hours ago  ·  3 min read
By Joseph Wilson
WhatsApp-Image-2026-07-14-at-14.02.39-2

Kerjasama Strategis PT PAL Indonesia dan BRIN dalam Pengembangan Teknologi Hidrodinamika

Inisiatif Kolaborasi Riset untuk Penguatan Industri Perkapalan Nasional

PT PAL dan BRIN perkuat teknologi – Surabaya, Jawa Timur — Dalam upaya memperkuat fondasi industri maritim Indonesia, PT PAL Indonesia telah menjalin kemitraan strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan teknologi hidrodinamika yang diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas sektor perkapalan nasional secara signifikan. Langkah ini menandai babak baru dalam sinergi antara pelaku industri dan lembaga riset pemerintah untuk menciptakan solusi teknologi yang inovatif dan kompetitif di kancah global.

Penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) atau Perjanjian Kerahasiaan menjadi tonggak awal dari kerjasama ini. Dokumen tersebut berfungsi sebagai landasan hukum yang memungkinkan kedua belah pihak untuk melakukan pertukaran informasi secara terbuka, membahas aspek teknis secara mendalam, serta menjajaki berbagai program penelitian dan pengembangan. Perlindungan terhadap informasi strategis menjadi prioritas utama dalam kerangka kerjasama ini, sehingga setiap temuan dan inovasi yang dihasilkan dapat dikembangkan dengan aman dan efisien.

Visi dan Misi Penguasaan Teknologi Maritim

Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, menekankan bahwa penguasaan teknologi merupakan faktor krusial dalam memperkuat daya saing industri maritim nasional. Dalam pernyataannya di Surabaya pada hari Sabtu, ia menjelaskan bahwa teknologi hidrodinamika memainkan peran sentral dalam meningkatkan performa, efisiensi operasional, serta keandalan berbagai platform maritim. Hal ini mencakup pula pengembangan teknologi pemanfaatan bawah air yang semakin penting dalam konteks eksplorasi dan eksploitasi sumber daya kelautan.

“Penguasaan teknologi merupakan kunci untuk memperkuat daya saing industri maritim nasional,” ujar Briljan Gazalba dalam keterangan persnya di Surabaya.

Kolaborasi dengan BRIN dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya memperkuat penguasaan teknologi hidrodinamika, tetapi juga sistem bawah air secara komprehensif. Melalui sinergi ini, diharapkan dapat mempercepat lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat internasional. Briljan juga menambahkan bahwa kerjasama ini mencerminkan implementasi konsep Triple Helix yang berorientasi pada penciptaan inovasi berkelanjutan, peningkatan daya saing industri, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional secara menyeluruh.

Dampak Strategis bagi Kemandirian Teknologi Indonesia

Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Dadan Moh Nurjaman, menilai bahwa kerjasama dengan PT PAL merupakan bagian integral dari upaya memperkuat pemanfaatan hasil riset nasional bagi kebutuhan industri strategis. Ia menjelaskan bahwa sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi maritim yang berdaya saing tinggi dan mendukung terwujudnya kemandirian teknologi Indonesia. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen solusi maritim yang kompetitif.

“Sinergi dengan PT PAL diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi maritim yang berdaya saing dan mendukung kemandirian bangsa,” kata Dadan Moh Nurjaman.

Kerjasama ini juga membuka peluang bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi maritim. Melalui program penelitian bersama, para peneliti dan insinyur dari kedua institusi dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga menciptakan generasi profesional yang mumpuni dalam bidang hidrodinamika dan teknologi bawah air. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri dan berdaya saing di tingkat global.

Dengan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, kerjasama PT PAL Indonesia dan BRIN ini diharapkan dapat menjadi model bagi kolaborasi serupa di sektor-sektor strategis lainnya. Inovasi yang dihasilkan tidak hanya akan bermanfaat bagi industri perkapalan, tetapi juga bagi sektor-sektor lain yang membutuhkan teknologi maritim canggih, seperti energi lepas pantai, transportasi laut, dan pertahanan keamanan maritim.

MORE FROM THIS CATEGORY