Bisnis

Special Plan: Analis: Profitabilitas sektor perunggasan membaik dengan program MBG

Analis: Profitabilitas sektor perunggasan membaik dengan program MBG Special Plan - Dari Jakarta, Analis Senior Mirae Asset Sekuritas Andreas Kristo Saragih

Desk Bisnis
Published June 30, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Analis: Profitabilitas sektor perunggasan membaik dengan program MBG

Special Plan – Dari Jakarta, Analis Senior Mirae Asset Sekuritas Andreas Kristo Saragih menyatakan bahwa sektor perunggasan Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan profitabilitas berkat adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini, menurut Andreas, berperan sebagai motor pemulihan permintaan terhadap produk unggas, terutama ayam. Dengan adanya MBG, industri ayam diharapkan dapat memperbaiki kinerjanya, terlebih setelah menyentuh angka penyerapan anggaran yang signifikan hingga Mei 2026.

Kinerja Finansial dan Dukungan Ekonomi

Sampai bulan Mei 2026, Andreas menyebutkan bahwa total anggaran MBG yang terpakai mencapai Rp88 triliun. Dengan proyeksi angka ini, dia menilai bahwa hingga akhir tahun, penyerapan anggaran akan melampaui dua kali lipat jumlah yang tercatat saat ini. “Jika selama semester kedua ini anggaran masih mencapai sekitar Rp80 triliun, maka kita bisa memastikan bahwa sektor perunggasan masih tetap dalam kondisi yang baik,” ujarnya dalam acara Media Day Mirae Asset di Jakarta, Senin.

“Dari sisi penerima manfaat, meskipun pengeluaran bulan Mei turun, jumlah penerima justru meningkat. Ini menunjukkan adanya new beneficiary yang baru terlibat. Selain itu, jumlah dapur MBG juga tetap naik, yang menjadi indikator kuat bagi perluasan akses masyarakat,”

Menurut Andreas, angka tersebut menunjukkan tren positif bagi sektor perunggasan. Dengan peningkatan cakupan penerima manfaat dan jumlah dapur MBG, kinerja industri diperkirakan terus membaik. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan daya beli, tetapi juga memperkuat permintaan, yang secara langsung berdampak pada harga jual dan margin keuntungan peternak.

Perluasan Infrastruktur dan Diversifikasi Produksi

Selain faktor permintaan, Andreas menyebutkan bahwa sektor perunggasan juga mendapat dorongan dari kenaikan jumlah SPPG (Sistem Penyediaan Pangan Pangan Bergizi) yang mencapai 29 ribu dapur. Perluasan infrastruktur ini, katanya, membantu memperluas akses ke bahan pangan sehat ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan yang sebelumnya kurang terjangkau.

Pemerintah, menurut Andreas, juga berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan produksi ayam dari daerah. Dengan menanamkan investasi pada Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan cold storage di Sumatera, Kalimantan, serta Papua, pemerintah berusaha mengurangi ketergantungan pasokan ayam yang terpusat di Pulau Jawa. Saat ini, sekitar 60 persen pasokan ayam di Indonesia masih berasal dari wilayah tersebut, sehingga diversifikasi distribusi produksi menjadi prioritas untuk menghindari risiko krisis.

Andreas menekankan bahwa investasi ini tidak hanya mendorong penyebaran sentra produksi, tetapi juga memastikan stabilitas harga di pasar. Dengan adanya infrastruktur penyimpanan dan pengolahan yang lebih merata, fluktuasi harga ayam dan telur bisa dikurangi, yang berdampak positif pada profitabilitas industri. Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan pasokan dari wilayah lain akan memperkuat daya tawar peternak dan mengurangi tekanan harga.

Konsumsi Ayam dan Target Peningkatan

Program MBG, lanjut Andreas, berkontribusi signifikan pada peningkatan konsumsi ayam per kapita di Indonesia. Menurut data yang disebutkan, konsumsi ayam meningkat sebesar 5 persen setiap tahun. Namun, angka ini masih jauh di bawah tingkat konsumsi negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina yang mencapai lebih dari 10 hingga 30 persen per kapita.

Menurutnya, peningkatan konsumsi ini tidak hanya dipengaruhi oleh program MBG, tetapi juga oleh perubahan pola masyarakat yang semakin menyukai produk unggas sebagai sumber protein. Dengan dukungan pemerintah dan kebijakan seperti MBG, Andreas yakin bahwa industri perunggasan bisa terus berkembang, terutama dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Dampak Ekonomi dan Pertumbuhan BUMN

Kebijakan pemerintah di sektor perunggasan diharapkan mampu memberikan dampak yang luas, seperti pemerataan sentra produksi, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan petani. Dengan terbentuknya RPHU dan cold storage di daerah lain, Andreas memprediksi bahwa keberlanjutan produksi ayam dan telur akan terjamin, sehingga minimalkan risiko kelangkaan.

Program MBG juga dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem distribusi pangan. Dengan adanya investasi dan kebijakan yang berkelanjutan, Andreas berharap bahwa sektor perunggasan bisa menjadi salah satu lini yang mendorong pertumbuhan BUMN. Ia menambahkan bahwa kontribusi BUMN dalam industri ini tidak hanya terbatas pada produksi, tetapi juga dalam menstabilkan harga dan memastikan akses yang lebih merata.

Pemusnahan Ayam dan Biaya Bibit

Dengan stabilnya pasokan ayam dan keberhasilan program MBG, Andreas memperkirakan bahwa pemusnahan (culling) ayam dalam tahun 2026 bisa berkurang. Hal ini karena permintaan akan produk unggas meningkat, sehingga peternak tidak perlu menumpahkan ayam secara massal untuk menghindari penurunan harga. Di sisi lain, biaya bibit (DOC) juga diprediksi akan turun, yang merupakan keuntungan besar bagi produsen kecil dan menengah.

Menurutnya, langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem perunggasan yang lebih seimbang. Dengan peningkatan permintaan dan pemerataan produksi, Andreas optimis bahwa sektor ini akan menjadi salah satu industri yang berkontribusi signifikan pada perekonomian nasional, khususnya dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Kebijakan MBG, menurut analis, bukan hanya program jangka pendek, tetapi juga merupakan fondasi untuk pembangunan jangka panjang. Dengan terus memperluas cakupan penerima manfaat dan meningkatkan jumlah dapur, pemerintah berharap menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan. Perluasan ini, kata Andreas, akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin dan rentan, yang bisa menikmati manfaat dari program ini secara stabil.

Leave a Comment