Strategi Penting: Pengamat: Insentif langkah strategis pengembangan kendaraan listrik

Pengamat: Insentif langkah strategis pengembangan kendaraan listrik

Jakarta – Ahli kebijakan publik, Agus Pambagio menyarankan pemerintah merancang kebijakan yang lebih terpadu dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik (EV) di tengah tekanan harga energi global. Ia menegaskan bahwa insentif bagi mobil listrik tetap menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi teknologi ini. “Kendaraan listrik memiliki keunggulan operasional berupa penghematan biaya yang signifikan,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu.

“Insentif kendaraan listrik dinilai tetap penting sebagai langkah strategis. Dari sisi operasional, kendaraan listrik menawarkan efisiensi biaya yang signifikan,” kata Agus Pambagio.

Dalam konteks ini, ia menyoroti bahwa biaya energi untuk kendaraan listrik hanya berkisar ratusan ribu rupiah per bulan, jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional (ICE) yang bisa mencapai jutaan rupiah. Meski demikian, Agus mengingatkan bahwa kebijakan transisi energi tidak bisa dilakukan hanya sebagian, sehingga perlu penyesuaian skema insentif agar lebih tepat sasaran.

Menurutnya, salah satu alternatif yang bisa diambil adalah menghubungkan pembelian EV dengan mekanisme tukar tambah (trade-in) kendaraan lama berbahan bakar minyak. Agus menekankan bahwa kebijakan EV harus dirancang secara menyeluruh, agar transisi energi tidak hanya meningkatkan jumlah kendaraan, tetapi benar-benar mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa tingginya konsumsi energi, khususnya dari sumber fosil, mendorong pemerintah untuk semakin serius mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional. Ia menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan melalui penguatan industri, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemberian insentif untuk memperluas adopsi EV secara terintegrasi.

Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat kemandirian energi dan mendukung transisi menuju energi bersih. Pemerintah, kata Bahlil, tengah menyiapkan berbagai kemudahan serta insentif untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, agar sejalan dengan target yang telah ditetapkan.