Humaniora

Key Discussion: Kemensos matangkan skema fungsional SR jelang dimulainya ajaran baru

aran Baru Key Discussion - Jakarta, Kamis — Kementerian Sosial tengah menyiapkan rencana kerja yang lebih rinci untuk memastikan Sekolah Rakyat (SR) dapat

Desk Humaniora
Published July 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kemensos Matangkan Skema Fungsional SR Jelang Ajaran Baru

Key Discussion – Jakarta, Kamis — Kementerian Sosial tengah menyiapkan rencana kerja yang lebih rinci untuk memastikan Sekolah Rakyat (SR) dapat beroperasi selama tahun ajaran baru 2026/2027. Pada tanggal 13 Juli mendatang, ribuan siswa di seluruh Indonesia akan memasuki sekolah, namun tidak semua infrastruktur sudah siap. Dengan adanya 93 proyek pembangunan gedung permanen SR yang sedang berjalan, Kemensos memperkuat skema alternatif guna mengatasi keterlambatan pembangunan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa upaya konsolidasi lintas sektor tetap dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran.

“Sampai saat ini, kita masih mengatur skema penyediaan tempat belajar siswa yang belum sempurna. Ada kemungkinan siswa di beberapa SR sementara waktu tetap tinggal di bangunan lama, sementara siswa baru akan dititipkan di sekolah permanen di daerah kabupaten terdekat. Ini adalah solusi sementara yang kita siapkan,”

ujarnya saat diwawancara di Jakarta.

Progres Fisik Gedung SR Masih Beragam

Dari total 93 unit SR yang sedang dikerjakan, kondisi fisik bangunan bervariasi. Menurut Saifullah, sekitar 60 unit telah mencapai tahap siap digunakan secara total, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Untuk mempercepat, Kemensos mengoptimalkan fungsionalitas bangunan di lapangan. Ini termasuk 11 unit SR yang saat ini masih melewati proses tender ulang atau baru memasuki tahap konstruksi awal. Saifullah menegaskan bahwa upaya ini dilakukan agar jadwal pembelajaran tidak terganggu, meski beberapa sekolah masih dalam proses finishing.

Pembangunan SR yang dimaksudkan sebagai bagian dari program pengembangan pendidikan nasional berlangsung secara terpadu. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi pelaksana utama proyek ini, dengan fokus pada perbaikan infrastruktur. Dalam konfirmasi terbaru, Kemensos menyatakan bahwa kesiapan fasilitas untuk penambahan 10 SR rintisan ekstensi di wilayah Jabotabek—Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi—sudah mencapai titik optimal. Salah satu contoh adalah sekolah rintisan di kawasan Curug yang telah selesai direnovasi dan siap digunakan sejak 13 Juli.

Target Penyelesaian Proyek Pembangunan

Menurut Saifullah, Kemensos menargetkan penyelesaian seluruh rangkaian pembangunan SR permanen pada akhir tahun berjalan. Ini mencakup proyek gelombang kedua yang menuntut koordinasi intensif antarinstansi. “Kita sedang mempercepat proses, agar semua SR bisa beroperasi sesuai rencana. Meski ada tantangan, kita yakin bisa menyelesaikannya,” tambahnya. Jika proyek tahap kedua terlaksana, itu akan menjadi basis untuk memperkuat jaringan pendidikan di daerah-daerah yang masih kurang terlayani.

Pada sisi lain, proyek tahap ketiga akan dimulai pada Oktober hingga November. Dengan dana yang dialokasikan, Kemensos mengharapkan pengerjaan fisik dapat dimulai secara massal. Target akhir pembangunan ditetapkan pada tahun depan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan SR di masa mendatang. Proses ini dirancang untuk menyelaraskan dengan kebutuhan daerah yang terus tumbuh, khususnya di kawasan urban dan pedesaan.

Strategi Penitipan Sementara

Salah satu strategi yang diterapkan oleh Kemensos adalah penitipan siswa di lingkungan sekitar. Saifullah menjelaskan bahwa untuk SR yang belum selesai, siswa mungkin akan tinggal sementara di bangunan lama atau digeser ke sekolah permanen di kabupaten lain. “Kita sedang menyusun skema penitipan ini agar tidak ada siswa yang terlantar,” kata dia. Konsolidasi lintas sektor, termasuk Kementerian PU dan dinas pendidikan daerah, menjadi kunci untuk menghindari kekacauan di awal tahun ajaran.

Menurut data terkini, sekitar 80 hingga 95 persen dari 93 unit SR telah mencapai progres konstruksi yang signifikan. Namun, kemungkinan ada kesenjangan di beberapa lokasi. Saifullah menekankan bahwa pihaknya berupaya memastikan setiap SR memiliki akses yang adil ke fasilitas pendidikan. “Kita juga memantau setiap progres agar tidak ada penundaan serius. Sebagai contoh, sekolah di Jabotabek akan diprioritaskan karena kebutuhan siswa di sana cukup tinggi,” lanjutnya.

Kesiapan untuk Tahun Ajaran Baru

Seiring persiapan masuk sekolah, Kemensos melakukan evaluasi terhadap semua proyek. Mereka memastikan bahwa setiap SR memiliki mekanisme darurat jika bangunan belum siap. Ini mencakup penggunaan ruang yang ada di kawasan sekitar, pengaturan transportasi pendidikan, dan penyesuaian jadwal belajar. Saifullah juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pihak terkait untuk menjaga kualitas pendidikan.

Dalam beberapa hari terakhir, tim Kemensos masih berkumpul untuk merevisi skema penitipan. Ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap keberhasilan ajaran baru. Saifullah mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin siswa mengalami kesulitan karena keterlambatan. “Kita sedang rapat, jadi semua skema ini terus diubah agar lebih efektif. Ini bisa saja dilakukan hingga hari pertama masuk sekolah nanti,” pungkasnya. Dengan skema yang disusun, harapan Kemensos adalah keberlanjutan pendidikan bagi seluruh siswa, termasuk yang terlantar di wilayah dengan infrastruktur yang belum memadai.

Leave a Comment