Humaniora

Latest Program: Sepekan, BRIN buka magang riset-pesan Hari Keluarga

kdasmen, dan Mandukbangga dalam Berbagai Inisiatif Latest Program - Dalam satu minggu terakhir, berbagai inisiatif penting dari lembaga pemerintah dan

Desk Humaniora
Published July 5, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Sepekan: Kiprah BRIN, Kemendikdasmen, dan Mandukbangga dalam Berbagai Inisiatif

Latest Program – Dalam satu minggu terakhir, berbagai inisiatif penting dari lembaga pemerintah dan organisasi di Indonesia memperoleh perhatian luas. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia melalui program magang riset, hingga upaya menjaga keharmonisan keluarga di tengah kemajuan teknologi, sejumlah kebijakan dan kegiatan menjadi sorotan. Berikut penjelasan lengkap mengenai lima isu utama yang muncul.

BRIN Membuka Peluang Magang Riset untuk Mahasiswa

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengumumkan program magang riset yang terbuka bagi seluruh mahasiswa Indonesia. Tujuan dari inisiatif ini adalah memperkuat minat mahasiswa terhadap bidang penelitian, serta menciptakan talenta periset yang siap bersaing di tingkat internasional. Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, dalam acara sosialisasi program tersebut di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan riset memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kreativitas mereka. Program ini bisa didaftarkan hingga 17 Juli, sehingga memungkinkan lebih banyak calon peserta untuk meraih kesempatan tersebut.

“Riset bukan hanya tentang menemukan jawaban, tetapi juga tentang menjelajahi pertanyaan baru. Dengan magang di BRIN, mahasiswa bisa memperluas wawasan dan melatih kemampuan analitis yang diperlukan di dunia akademis dan industri,” ujar Ajeng Arum Sari.

BRIN menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang berpengetahuan tinggi dan mampu beradaptasi dengan tantangan global. Kebijakan ini diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang, baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi maupun memperkuat sektor inovasi nasional.

Kemendikdasmen Berikan Akses Gratis ke Ribuan Buku Digital

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menghadirkan layanan edukasi yang lebih inklusif dengan menyediakan akses gratis ke ribuan buku digital melalui platform Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI). Mulai dari buku cerita bergambar hingga materi pelajaran untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, semua bisa diakses oleh masyarakat secara mandiri. Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa SIBI menjadi jembatan untuk menggandeng berbagai pihak dalam mengembangkan literasi di kalangan anak-anak.

“SIBI tidak hanya menyediakan koleksi buku, tetapi juga memudahkan pengguna dalam mencari materi sesuai kebutuhan. Platform ini dirancang agar anak-anak bisa menemukan sumber belajar yang relevan tanpa batasan waktu dan tempat,” jelas Supriyatno.

Adanya akses digital ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak siswa, terutama di daerah terpencil, untuk meraih pendidikan berkualitas. Selain itu, kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan antar daerah. Buku-buku yang tersedia mencakup berbagai bidang, termasuk sains, sejarah, dan seni, sehingga memperkaya kurikulum pendidikan di tingkat dasar.

Program MPLS Ramah untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Kemendikdasmen juga berkomitmen untuk memastikan kegiatan pendidikan inklusif dengan menghadirkan MPLS Ramah (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) khusus bagi satuan pendidikan luar biasa (SLB). Program ini dirancang agar para murid yang memiliki kebutuhan khusus tetap merasa nyaman dan terbantu dalam menghadapi lingkungan belajar baru. Kosasih Ali Abu Bakar, ketua tim kajian Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa MPLS Ramah harus menjadi pengalaman pertama yang bermakna bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“MPLS Ramah bukan hanya tentang memperkenalkan sekolah, tetapi juga tentang membuka ruang dialog yang inklusif. Kegiatan ini perlu mencerminkan keberagaman dan memperkuat kepercayaan diri murid ABK sejak awal,” tutur Kosasih.

Program ini menggabungkan kegiatan belajar yang interaktif, dengan penekanan pada pemahaman lingkungan dan interaksi sosial. Dengan demikian, anak-anak berkebutuhan khusus dapat berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun emosional. Kemendikdasmen juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung inisiatif ini agar tidak ada anak yang tertinggal dalam proses pendidikan.

Titiek Soeharto Dorong Balai Veteriner Perkuat Biosekuriti

Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Soeharto (dikenal sebagai Titiek Soeharto), memberikan perhatian khusus pada sektor peternakan dengan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas balai veteriner. Ia mengajak instansi tersebut untuk meningkatkan biosekuriti, laboratorium, dan SDM guna mengantisipasi dampak El Nino yang semakin sering memengaruhi iklim. Menurut Titiek, langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan wabah penyakit hewan sebelum terjadi.

“Kita perlu menghadapi tantangan perubahan iklim secara proaktif. Dengan menambahkan fasilitas penelitian di balai veteriner, kita bisa mendeteksi wabah lebih dini dan mengurangi risiko kerugian pada sektor peternakan,” ungkap Titiek.

Dorongan ini terutama ditujukan kepada para petugas kesehatan hewan dan pengelola kandang. Dengan adanya peralatan modern dan SDM yang terlatih, pencegahan penyakit bisa dilakukan secara lebih efektif. Titiek menekankan bahwa EL Nino telah mengubah pola cuaca, sehingga risiko wabah semakin tinggi dan memerlukan antisipasi yang lebih ketat.

Mendukbangga: Pentingnya Meja Makan yang Tak Sunyi

Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, memberikan pesan penting tentang peran ayah dalam menjaga keharmonisan keluarga. Ia menekankan bahwa meja makan tidak boleh jadi tempat sunyi akibat penggunaan teknologi yang berlebihan.

“Teknologi memang membawa kemudahan, tetapi kita harus memastikan bahwa hubungan keluarga tetap aktif. Meja makan adalah simbol kebersamaan, dan keluarga Indonesia harus terus menjaga makna itu,” pesan Wihaji.

Kebijakan ini juga menyentuh isu tentang “fatherless country” atau negara yang kehilangan peran ayah. Wihaji meminta para ayah aktif dalam menghadirkan kehang

Leave a Comment