Wamensos: Presiden pesan lulusan Sekolah Rakyat kuliah dan kerja layak

3 days ago  ·  3 min read
By Matthew Taylor - fukushimask.com
khrisna-edit-1784357704-0acaf42edf

Presiden Prabowo Mengirim Pesan Penting untuk Lulusan Sekolah Rakyat

Wamensos – Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, baru-baru ini menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto kepada para siswa Sekolah Rakyat Kota Semarang. Pertemuan ini berlangsung saat ratusan siswa baru tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Presiden ingin memastikan bahwa generasi muda dari keluarga kurang mampu ini memiliki masa depan yang lebih baik melalui pendidikan dan pekerjaan yang layak.

Pendampingan Setelah Lulus SMA

Menurut Wamensos, Presiden Prabowo berkomitmen untuk mendampingi para lulusan Sekolah Rakyat. Bagi mereka yang ingin melanjutkan studi, pemerintah akan membantu proses masuk perguruan tinggi. Sementara itu, bagi siswa yang memilih jalur kerja, pemerintah juga akan memberikan dukungan agar mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, nanti yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah, yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja, baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Wamensos Agus Jabo Priyono dalam keterangan resminya di Jakarta pada hari Sabtu.

Pernyataan ini disampaikan saat Wamensos berdialog langsung dengan 262 siswa Sekolah Rakyat yang sedang mengikuti MPLS di Kota Semarang pada hari Jumat, tanggal 17 Juli. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi para siswa untuk memahami visi dan misi pemerintah dalam memberdayakan anak-anak dari keluarga miskin.

Empat Pilar Karakter yang Diharapkan

Wamensos Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki empat harapan utama bagi para siswa Sekolah Rakyat. Pertama, para siswa harus memiliki kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh merasa kalah dibandingkan dengan anak-anak dari negara lain. Kedua, mereka harus menjadi pribadi yang cerdas dan pandai dalam belajar.

Kedua hal tersebut menjadi modal dasar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri dan memutus rantai kemiskinan yang selama ini menghantui keluarga mereka. Namun, kepercayaan diri dan kecerdasan saja belum cukup. Siswa juga diharapkan memiliki karakter yang kuat serta jiwa nasionalisme yang tinggi.

“Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua, kalian harus jadi anak yang pintar,” ujar Wamensos Agus Jabo.

Toleransi dan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar akan tumbuh dari fondasi karakter dan nasionalisme tersebut. Selain itu, disiplin juga perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu mengelola diri sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Sekolah Rakyat sebagai Rumah Kedua

Wamensos juga menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. Sekolah ini menjadi rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Di sini, mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga kehangatan keluarga dan persahabatan yang mendukung pertumbuhan mereka.

Presiden Prabowo juga ingin siswa Sekolah Rakyat menjadi pribadi yang terampil. Kementerian Sosial terus memberikan dukungan kepada siswa yang telah menyelesaikan jenjang SMA untuk meningkatkan nilai diri mereka. Dukungan ini diberikan melalui berbagai jalur, baik secara akademis maupun non-akademis.

Suara Siswa yang Bahagia

Abi Alfian, seorang siswa berusia 16 tahun, mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Semarang. Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik kopi, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Abi merasa sangat bersyukur karena ia bisa menikmati pendidikan tanpa membebani kedua orang tuanya secara finansial.

“Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

MPLS di Sekolah Rakyat Kota Semarang telah dimulai sejak tanggal 13 Juli 2026. Sebanyak 262 siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Dari jumlah tersebut, 87 siswa akan menempuh pendidikan di jenjang SD, 88 siswa mengikuti jenjang SMP, dan 87 siswa lainnya akan melanjutkan ke jenjang SMA. Kehadiran mereka menandai harapan baru bagi generasi penerus bangsa yang akan datang.

MORE FROM THIS CATEGORY