Latest Program: Moskow tuding AS beri kewarganegaraan tak sah pada anak diplomat Rusia

Latest Program: Moskow Tuding AS Beri Kewarganegaraan Tak Sah pada Anak Diplomat Rusia

Latest Program – Moskow mengkritik tindakan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang memberikan kewarganegaraan secara otomatis kepada anak-anak diplomat Rusia yang lahir di wilayah Amerika. Pemerintah Rusia menilai kebijakan ini melanggar aturan internasional dan prinsip diplomatik bilateral. Moskow menuding AS mengabaikan hak orang tua dalam menentukan status kewarganegaraan bayi-bayi tersebut, yang dianggap tidak sah.

Penyebab Konflik dan Prinsip Hukum

Kebijakan “kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir” yang diaplikasikan AS menjadi pusat perhatian Moskow. Jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa AS memaksa kewarganegaraan tanpa memperhatikan keinginan orang tua. Menurutnya, ini bertentangan dengan prinsip hukum internasional dan undang-undang nasional Amerika, yang seharusnya menjamin keadilan dalam hubungan diplomatik.

Zakharova menyebutkan bahwa AS menggunakan kebijakan ini sebagai alat untuk menekan diplomat Rusia, terutama dalam konteks kebijakan antiimigrasi yang dianut Presiden Donald Trump. “Ini adalah cara untuk memperkuat dominasi Amerika dalam mengatur kewarganegaraan, terutama terhadap keluarga diplomat Rusia,” kata Zakharova.

“Deep state di AS menciptakan masalah baru untuk menekan diplomat Rusia, mengabaikan fakta bahwa ini menjadi contoh nyata dari kemunduran apa yang disebut sebagai ‘demokrasi Amerika,’” ujar Zakharova.

Kebijakan ini dinilai mengurangi kebebasan Rusia dalam menentukan status kewarganegaraan anak-anak diplomat. Zakharova menegaskan bahwa AS berusaha merusak hubungan diplomatik dengan memperkenalkan kebijakan yang tidak seimbang. “Kami menuntut agar AS mengonfirmasi bahwa bayi-bayi yang dilahirkan oleh staf diplomat Rusia di AS tidak dianggap sebagai warga negara Amerika,” lanjutnya.

Respons AS dan Dampak pada Hubungan Bilateral

Dalam perspektif kebijakan luar negeri, AS dianggap melanggar kesepakatan bilateral dengan memaksakan kewarganegaraan secara otomatis. Zakharova menyebut bahwa tindakan ini mencerminkan ketidakadilan dalam hubungan Rusia-AS, yang sebelumnya dianggap stabil. Moskow juga memperingatkan bahwa kebijakan AS berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut.

Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa mereka tidak mengakui pemaksaan kewarganegaraan Amerika pada warga Rusia yang lahir di wilayah AS. Zakharova menambahkan bahwa langkah ini memperlihatkan upaya AS untuk menekan pengaruh Rusia dalam dunia diplomatik. “Latest Program ini menunjukkan keinginan AS untuk merusak keseimbangan hubungan diplomatik,” tuturnya.

Protes Moskow berdampak pada kesepakatan bilateral yang telah terjalin. Zakharova menegaskan bahwa AS harus menjelaskan posisi mereka terkait pengakuan kewarganegaraan anak-anak diplomat Rusia, yang dianggap sudah bertentangan dengan prinsip internasional. Tindakan ini, menurutnya, menjadi bukti dari penafsiran yang tidak adil terhadap aturan kewarganegaraan.