Ibu di Cilandak ungkap harus putar jalur selama renovasi sekolah

2 hours ago  ·  4 min read
By Richard Wilson - fukushimask.com
1001123670

Renovasi SDN Cilandak Barat 08 Berakhir, Orang Tua Lega dengan Fasilitas Baru

Fukushimask.com – Aktivitas mengantar dan menjemput anak sempat menjadi lebih rumit bagi Sukini (39) selama SDN Cilandak Barat 08 di Jakarta Selatan menjalani rehabilitasi. Selama lebih dari satu tahun, ia harus menyesuaikan perjalanan harian, terutama saat hujan menyebabkan beberapa ruas menuju lokasi belajar sementara tergenang air.

Selama bangunan sekolah diperbaiki, proses belajar mengajar dipindahkan ke SDN Pondok Labu 12. Perubahan lokasi ini membuat Sukini perlu mengatur ulang rute untuk tiga anaknya, yang setiap hari ia antar menggunakan sepeda motor ke sekolah masing-masing.

Hujan dan Banjir Memperpanjang Perjalanan

Kesulitan paling terasa ketika jadwal belajar siang bertepatan dengan hujan. Akses dari arah Timah kerap terendam, sehingga perjalanan untuk menjemput anak tidak selalu dapat ditempuh melalui jalur biasa. Sukini menyebut keadaan tersebut berlangsung selama sekitar satu tahun satu bulan masa pembangunan.

“Kendalanya karena kita masuk siang, terus kalau hujan terjebak banjir. Di sana kan jalannya banjir, dari arah Timah itu. Nah, di situ. Kalau mau jemput, kita sempat muter-muter mencari jalan. Itu sih kendalanya kalau pas hujan,” kata Sukini.

Situasi itu menggambarkan dampak praktis relokasi sementara bagi keluarga murid. Perpindahan kelas memang menjaga pembelajaran tetap berlangsung saat gedung lama tidak dapat digunakan, tetapi orang tua juga harus menghadapi waktu tempuh, kondisi lalu lintas, serta perubahan jalur perjalanan setiap hari.

Bagi Sukini, pilihan jalan tidak bisa diputuskan secara terpisah karena ia menangani kebutuhan sekolah ketiga anaknya. Saat hujan datang, pencarian jalur alternatif menjadi bagian dari rutinitas agar penjemputan tetap dapat dilakukan.

Kegiatan Sekolah Tetap Dilanjutkan

Meski menggunakan sekolah pengganti, kegiatan akademik tetap berjalan. Aktivitas ekstrakurikuler juga tidak berhenti, walaupun waktu pelaksanaan dan ruang yang tersedia perlu disesuaikan selama masa menumpang.

Penyesuaian tersebut penting agar murid tetap memiliki kesempatan mengikuti kegiatan di luar pelajaran kelas. Namun, penggunaan tempat sementara membuat pengaturan jadwal menjadi lebih bergantung pada ketersediaan fasilitas di sekolah yang ditempati.

Kini, SDN Cilandak Barat 08 telah kembali digunakan. Sukini mengaku gembira melihat perubahan fisik sekolah yang sebelumnya berupa bangunan satu lantai. Gedung baru bertingkat itu dinilainya memberi suasana yang berbeda bagi anak-anak yang kembali belajar di sekolah asal mereka.

“Saya kagum karena dulunya sekolah kayak sekolah zaman dulu yang enggak tingkat,” katanya.

Perubahan bangunan tidak hanya dipandang sebagai pembaruan tampilan. Sukini berharap fasilitas yang lebih lengkap dapat membantu anak-anak merasa lebih nyaman, semakin bersemangat mengikuti pelajaran, serta aktif dalam kegiatan di luar kelas.

Gedung Bertingkat dengan Fasilitas Penunjang

Rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan nilai Rp31,42 miliar. Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 2.200 meter persegi, sementara luas bangunannya mencapai 4.529 meter persegi.

Bangunan baru dilengkapi fasilitas ramah disabilitas, lift, sistem perlindungan kebakaran, sarana olahraga, serta ruang terbuka hijau. Kehadiran fasilitas tersebut membuat lingkungan sekolah memiliki penunjang yang lebih beragam untuk kegiatan pendidikan sehari-hari.

Rancangan gedung juga memasukkan unsur efisiensi energi. Panel surya digunakan sebagai salah satu elemen pendukung, disertai pengaturan sirkulasi udara dan pemanfaatan cahaya alami. Pendekatan ini menunjukkan perhatian pada kondisi bangunan yang lebih fungsional sekaligus mendukung penggunaan energi secara lebih efisien.

Kepala SDN Cilandak Barat 08, Chadidjah, menyampaikan bahwa apresiasi terhadap hasil rehabilitasi banyak datang dari lingkungan sekitar dan para orang tua murid. Ia memilih tidak menonjolkan penilaiannya sendiri karena respons positif itu muncul dari pihak lain yang melihat langsung perubahan sekolah.

“Bukan saya aja yang berkomentar. Kalau saya kan kalau kalau orang mengucap sendiri apa bilang sesuatu yang bagus itu namanya sombong atau membanggakan diri, ya kan? Tapi ini keluar dari lingkungan sekitar, ‘Wow, itu mah kayak mal!’ katanya gitu,” ucap Chadidjah.

SDN Cilandak Barat 08 menjadi salah satu lokasi yang ditinjau dalam rangka pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di Jakarta. Dalam agenda tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meninjau pembangunan SDN Lebak Bulus 04 serta SMPN 299 Jakarta.

Bagi keluarga murid, selesainya rehabilitasi berarti berakhirnya masa perjalanan yang lebih panjang menuju sekolah sementara. Kembalinya kegiatan ke SDN Cilandak Barat 08 sekaligus membuka kesempatan bagi siswa untuk memanfaatkan bangunan bertingkat dan fasilitas baru yang kini tersedia di lingkungan sekolah mereka.

Frequently Asked Questions

What is Ibu di Cilandak ungkap harus putar?

Ibu di Cilandak ungkap harus putar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ibu di Cilandak ungkap harus putar matter?

Ibu di Cilandak ungkap harus putar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *