Kebon Sirih usung Festival Jalan Jaksa dalam Benyamin S Award 2026

14 hours ago  ·  4 min read
By Linda Martin - fukushimask.com
1000886493

Festival Jalan Jaksa Jadi Andalan Kebon Sirih di Benyamin S Award 2026

Fukushimask.com – Kelurahan Kebon Sirih di Jakarta Pusat membawa Festival Jalan Jaksa bertema “Sejarah, Cita Rasa, dan Budaya” sebagai program unggulan dalam Benyamin S Award 2026. Festival ini diposisikan sebagai upaya menghidupkan kembali suasana Jalan Jaksa sekaligus memperkuat aktivitas budaya dan ekonomi di lingkungan setempat.

Kebon Sirih berhasil masuk ke daftar 10 finalis penghargaan tingkat Provinsi DKI Jakarta tersebut. Wilayah ini mengikuti penilaian pada tiga kategori sekaligus, yaitu bersih, nyaman, dan sejahtera. Capaian itu dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga serta jajaran kelurahan.

“Alhamdulillah kita bangga Kelurahan Kebon Sirih dapat memiliki ketiga kategori ini dan masuk dalam 10 finalis Benyamin S Award Tahun 2026,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Eric PZ Lumbun.

Menghadirkan Nuansa Jalan Jaksa Era 1980-an

Festival Jalan Jaksa dibangun melalui kerja sama antara warga, komunitas, dan pelaku usaha di kawasan tersebut. Konsep acaranya menonjolkan atmosfer Jalan Jaksa pada dekade 1980-an, antara lain melalui dekorasi bernuansa vintage, musik, serta elemen suasana tempo dulu.

Pendekatan tersebut memberi identitas yang jelas bagi festival. Bukan sekadar kegiatan keramaian wilayah, acara ini mengaitkan memori kawasan dengan pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung saat ini. Tema “Sejarah, Cita Rasa, dan Budaya” juga menempatkan Jalan Jaksa sebagai ruang yang ingin dihidupkan melalui perjumpaan masyarakat, kegiatan seni, dan usaha lokal.

Eric berharap festival itu menambah daya tarik Kebon Sirih dalam proses penilaian Benyamin S Award 2026. Kehadiran kegiatan kolaboratif semacam ini juga memperlihatkan bagaimana unsur budaya dapat menjadi bagian dari inovasi lingkungan, berdampingan dengan perhatian terhadap kebersihan, kenyamanan, dan kesejahteraan warga.

Digelar Tanpa Anggaran Kelurahan dan APBD

Lurah Kebon Sirih Henny Mahrojah menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Jalan Jaksa tidak menggunakan anggaran kelurahan maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kegiatan tersebut terlaksana berkat keterlibatan berbagai pihak yang bekerja bersama untuk menghadirkan acara di kawasan Jalan Jaksa.

Kolaborasi ini menjadi salah satu unsur penting dari festival. Partisipasi warga, komunitas, dan pelaku usaha menunjukkan adanya keterhubungan antara agenda budaya dengan kebutuhan kawasan. Bagi pelaku usaha di sekitar lokasi, meningkatnya kunjungan berpotensi menciptakan ruang lebih besar untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada masyarakat.

Respons terhadap festival disebut datang dari beragam pengunjung. Selain warga sekitar, kegiatan ini menarik wisatawan asing serta masyarakat yang sebelumnya mengikuti hari bebas kendaraan bermotor di kawasan Thamrin. Arus pengunjung dari kegiatan akhir pekan di sekitar pusat kota dapat memperluas jangkauan festival tanpa mengubah fokusnya sebagai kegiatan berbasis lingkungan.

“Besar kemungkinan Insya Allah kita jadikan Festival Jalan Jaksa ini menjadi agenda rutin kembali kedepannya. Sehingga, nantinya akan membangkitkan semangat berbudaya dan juga UMKM sekitar sini,” kata Henny.

Harapan untuk UMKM dan Perhotelan

Keinginan menjadikan Festival Jalan Jaksa sebagai agenda rutin diarahkan tidak hanya pada pelestarian suasana budaya, tetapi juga pada penguatan kegiatan usaha. Henny berharap acara tersebut dapat memberi dorongan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar kawasan serta sektor perhotelan.

Jika digelar secara berkelanjutan, festival dapat menjadi wadah yang mempertemukan pengunjung dengan aktivitas ekonomi lokal. Manfaat yang diharapkan bukan hanya terlihat pada saat acara berlangsung, melainkan juga pada tumbuhnya perhatian terhadap kawasan Jalan Jaksa sebagai tempat untuk menikmati suasana kota, kegiatan budaya, dan layanan usaha di sekitarnya.

Rencana agenda rutin itu masih berupa harapan, namun sambutan warga dan pengunjung menjadi modal bagi pengembangan kegiatan ke depan. Konsistensi kolaborasi antarpihak akan menjadi unsur penting agar festival tetap memiliki karakter yang kuat dan memberi ruang bagi partisipasi masyarakat setempat.

Finalis Siap Presentasi pada 15 Oktober

Sepuluh wilayah yang masuk final Benyamin S Award 2026 dijadwalkan memaparkan program serta kegiatan unggulan masing-masing di hadapan tim penilai. Setiap finalis memperoleh waktu presentasi selama 10 menit pada Kamis, 15 Oktober.

Pada tahap tersebut, Kebon Sirih akan membawa Festival Jalan Jaksa sebagai salah satu gambaran inovasi wilayahnya. Penilaian akan menjadi kesempatan untuk menjelaskan nilai kolaborasi, penghidupan kembali nuansa kawasan, serta harapan dampaknya terhadap budaya dan aktivitas usaha lokal.

Puncak Benyamin S Award 2026 beserta penyerahan penghargaan direncanakan berlangsung pada 30 Oktober 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dijadwalkan menyerahkan penghargaan itu dalam rangka peringatan Hari Kota Dunia.

Bagi Kebon Sirih, masuknya wilayah ini ke jajaran 10 finalis menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa inovasi lingkungan dapat tumbuh dari kerja bersama. Festival Jalan Jaksa menjadi wajah dari upaya tersebut: menghadirkan kembali warna masa lalu, membuka ruang pertemuan bagi pengunjung, dan menumbuhkan harapan bagi kegiatan budaya maupun ekonomi di kawasan.

Frequently Asked Questions

What is Kebon Sirih usung Festival Jalan Jaksa?

Kebon Sirih usung Festival Jalan Jaksa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kebon Sirih usung Festival Jalan Jaksa matter?

Kebon Sirih usung Festival Jalan Jaksa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *