Lintas Kota

New Policy: Legislator DKI dorong program P4GN diperluas ke tingkat RT/RW

Legislator DKI Dorong Program P4GN Diperluas ke Tingkat RT/RW New Policy - Di tengah upaya pemberantasan narkotika yang terus berlangsung di Jakarta, Anggota

Desk Lintas Kota
Published July 2, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Legislator DKI Dorong Program P4GN Diperluas ke Tingkat RT/RW

New Policy – Di tengah upaya pemberantasan narkotika yang terus berlangsung di Jakarta, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Riano P. Ahmad menyuarakan dukungan untuk memperluas cakupan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan terkecil. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak bisa tercapai hanya dengan keterlibatan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga). “Kehadiran BNN di tingkat provinsi sejauh ini cukup diakui, tetapi ke depan, penguatan program harus mencakup lingkungan masyarakat secara lebih luas,” jelas Riano, Kamis lalu di Jakarta.

Dalam pandangan Riano, pencegahan narkoba memerlukan kerja sama yang lebih intensif antara pihak pemerintah, lembaga anti-narkoba, serta masyarakat. “Upaya pemberantasan narkotika tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan aparat hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tindakan pencegahan, memperkuat kesadaran masyarakat, serta memastikan bahwa kebijakan anti-narkoba mencapai lapisan yang paling akar. Menurut Riano, pengembangan program di tingkat RT dan RW akan membantu menangkal masalah narkoba secara lebih mendalam, terutama di lingkungan yang rawan.

“Tantangan utama dalam pemberantasan narkotika tidak hanya dari para pengedar, tetapi juga ada oknum-oknum yang secara diam-diam memberikan perlindungan terhadap praktik peredaran barang haram tersebut,” kata Riano. Ia menekankan pentingnya pengawasan internal dan penegakan hukum yang konsisten, agar masyarakat semakin percaya pada upaya pemberantasan narkoba. Dalam konteks ini, Riano berharap perangkat RT dan RW dapat menjadi garda terdepan dalam mengawasi aktivitas narkoba di lingkungannya.

Kebijakan P4GN, yang telah berjalan di tingkat provinsi, menurut Riano, perlu ditingkatkan agar memberikan dampak yang lebih luas. “Program edukasi dan pencegahan yang sudah dijalankan BNN harus diperluas hingga mencapai masyarakat di tingkat paling bawah,” tambahnya. Dengan demikian, pengetahuan tentang bahaya narkoba dan langkah-langkah pencegahannya bisa disampaikan secara lebih efektif, terutama kepada generasi muda yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Ia juga menyebut bahwa perlu adanya pendekatan yang lebih holistik, termasuk melibatkan keluarga, sekolah, dan organisasi lokal dalam membangun kesadaran bersama.

Menyoroti pengalaman pribadinya dalam menghadapi dinamika narkoba di Tanah Abang, Riano menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat sejak dini sangat vital. “Di era 2000-an, saya menyaksikan bagaimana keberadaan narkoba menyebar pesat karena kurangnya kesadaran di tingkat RT dan RW,” ujarnya. Pada masa itu, kesadaran masyarakat terhadap narkoba masih rendah, sehingga menjadikan jaringan pengedar lebih kuat. Dengan memperkuat program P4GN di tingkat lingkungan, Riano yakin potensi penyebaran narkoba dapat dikurangi secara signifikan.

Riano juga menyoroti pentingnya dukungan legislatif dan anggaran dalam mendorong program ini. “Kita perlu siapkan kerangka hukum yang lebih komprehensif, serta anggaran yang memadai untuk memperkuat keberadaan BNN di tingkat RT/RW,” katanya. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, BNN, aparat penegak hukum, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pemberantasan narkoba. “Setiap pihak memiliki peran penting, dan kerja sama yang baik akan memastikan upaya pencegahan dan rehabilitasi berjalan optimal,” tambah Riano.

Kebijakan anti-narkoba di DKI Jakarta, kata Riano, harus melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk para pemuda, ibu-ibu rumah tangga, dan tokoh lokal. Ia menyatakan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya masalah yang bisa diatasi oleh satu institusi saja, tetapi memerlukan kolaborasi yang terpadu. “Saya yakin, dengan keterlibatan RT dan RW, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat untuk warga Jakarta,” ujarnya. Selain itu, Riano menekankan perlunya evaluasi berkala terhadap keberhasilan program, agar perbaikan bisa dilakukan secara cepat dan tepat.

Dalam konteks ini, Riano menyoroti peran penting dari aparatur RT dan RW sebagai mitra utama dalam upaya pemberantasan narkoba. “Karena tugas RT/RW melibatkan pemantauan lingkungan sekitar, mereka sangat ideal untuk menjadi pengawas lokal yang aktif,” katanya. Ia menambahkan bahwa program P4GN yang diperluas akan membantu mengurangi praktik penyalahgunaan narkoba di lingkungan rumah tangga, sekolah, maupun tempat umum. “Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan kesadaran bersama dan membangun komunitas yang lebih kuat terhadap bahaya narkoba,” jelas Riano.

Menurut Riano, pengembangan program di tingkat RT dan RW juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. “Dengan melibatkan perangkat RT/RW, kita bisa memastikan informasi dan langkah-langkah pencegahan sampai ke tingkat yang paling dekat dengan warga,” ujarnya. Ia mencontohkan bahwa RT/RW bisa menjadi pusat informasi tentang adanya pengguna narkoba di lingkungannya, sehingga tindakan pencegahan bisa dilakukan lebih cepat. “Kolaborasi ini akan meningkatkan efisiensi kerja, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk kehidupan masyarakat,” tambah Riano.

Menyambut perluasan program P4GN, Riano juga meminta pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan BNN. “Kita perlu memastikan bahwa seluruh pihak memiliki kebijakan yang selaras dan tindakan yang konsisten,” katanya. Ia menilai bahwa lingkungan RT dan RW menjadi titik penting dalam mengendalikan masalah narkoba, karena mereka bisa menjadi tempat pertama untuk mendeteksi adanya aktivitas peredaran gelap. “Dengan demikian, masyarakat bisa lebih mudah berpartisipasi dalam upaya pemberantasan narkoba,” ujar Riano.

Riano memastikan bahwa perluasan program P4GN akan meningkatkan keberhasilan pemberantasan narkoba di Jakarta. “Kita tidak bisa menunda keberhasilan ini, karena narkoba sudah menjadi ancaman besar bagi generasi muda,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa perluasan ke tingkat RT/RW juga membantu mencegah keberadaan narkoba di sekitar tempat-tempat strategis, seperti sekolah, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan. “Ini adalah

Leave a Comment