Special Plan: Perkuat ketahanan pangan, Jaktim tanam jagung dan sayuran di 162 titik
Perkuat Ketahanan Pangan, Jaktim Tanam Jagung dan Sayuran di 162 Titik
Special Plan – Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) terus meningkatkan ketersediaan bahan pangan di wilayah perkotaan melalui kegiatan bersama Tim Penggerak PKK. Gerakan tanam jagung dan sayuran serentak dilaksanakan di 162 titik, menutupi area seluas 4,7 hektare. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, yang menjelaskan bahwa acara tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. “Tanam serentak ini dilakukan di 162 titik dengan total luas sekitar 4,7 hektare. Kami menanam jagung Bonanza MB F1 yang diberikan oleh Cap Panah Merah dan KPKP Jakarta Timur,” kata Essie saat acara di Poktan Baliku Lestari, Kelurahan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, Jumat.
Gerakan Tanam Sebagai Strategi Pertanian Perkotaan
Menurut Essie, kegiatan tanam ini tidak hanya sekadar penanaman, tetapi menjadi langkah konkrit dalam mendorong pertanian perkotaan (urban farming). “Kita ingin mengubah pola pikir masyarakat untuk memanfaatkan ruang terbatas secara efisien,” ujarnya. Dalam program ini, selain jagung Bonanza MB F1, juga ditanam padi dan berbagai jenis sayuran. Essie menekankan bahwa hasil panen nantinya akan difasilitasi melalui Pasar Tumbuh, wadah pemasaran yang disiapkan oleh Pemkot Jaktim dan PKK. “Kita upayakan Pasar Tumbuh sebagai medium untuk menampilkan atau menjual hasil tanaman para kelompok tani,” jelasnya.
“Gerakan tanam ini juga berdampak pada kesejahteraan keluarga. Dengan menanam di lahan sempit, masyarakat bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar,” kata Essie.
Essie menyatakan bahwa keberlanjutan gerakan tanam menjadi fokus utama. Ia berharap program ini tidak hanya sekadar dilakukan sekali, tetapi diteruskan hingga masa panen bersama yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus. “Kolaborasi antara OPD, SKPD, pemerintah provinsi, kelompok tani, dan masyarakat harus terus ditingkatkan agar program ini berdampak maksimal,” tambahnya. Menurutnya, perawatan tanaman secara intensif diperlukan untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi akan muncul akibat fenomena El Nino. “Cuaca musim panas dan hujan tidak menentu bisa memengaruhi pertumbuhan tanaman, jadi perlu persiapan lebih dini,” ucap Essie.
Peluncuran Pasar Tumbuh sebagai Pendorong Ekonomi Lokal
Program Pasar Tumbuh, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengakomodasi hasil pertanian perkotaan, diharapkan bisa menjadi solusi bagi ketahanan ekonomi warga. Essie menjelaskan bahwa pasar ini tidak hanya menampilkan produk pertanian, tetapi juga memberikan akses langsung ke konsumen. “Selain memperkuat ketahanan pangan, Pasar Tumbuh bisa meningkatkan pemasukan masyarakat,” katanya. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan, mulai dari penanaman hingga pemasaran, dirancang agar terintegrasi secara baik.
“Program ini menggabungkan pertanian dengan ekonomi lokal. Jika masyarakat bisa menanam dengan baik, mereka juga bisa menjual hasilnya secara langsung di pasar ini,” tutur Essie.
Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Diah Iswari, menyampaikan bahwa gerakan tanam serentak merupakan bagian dari program prioritas PKK provinsi, yakni Gerakan Tanam Sejuta Pohon. “Kami mengharapkan masyarakat bisa menjadikan penanaman jagung MB Manis Besar F1 sebagai kebiasaan baru,” ujarnya. Diah menambahkan bahwa kegiatan ini didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) serta Cap Panah Merah. “Tujuannya adalah mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas dan membangun kebiasaan positif untuk pertanian perkotaan,” jelas Diah.
Pengaruh Cuaca Ekstrem pada Pertanian Perkotaan
Diah menilai bahwa penguatan ketahanan pangan sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan keluarga. Ia menyebutkan bahwa keberlanjutan gerakan tanam menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. “Kami percaya, dengan adanya Pasar Tumbuh, masyarakat lebih termotivasi untuk terus berkebun di rumah atau komunitas,” tambah Diah. Essie menambahkan bahwa tantangan seperti panas ekstrem dan cuaca hujan yang tiba-tiba bisa mengurangi hasil panen. Oleh karena itu, seluruh peserta program diminta memperkuat perawatan tanaman.
“El Nino menyebabkan perubahan pola cuaca yang bisa memengaruhi pertumbuhan tanaman. Dengan perawatan intensif, hasil panen tetap optimal meskipun kondisi lingkungan tidak ideal,” kata Diah.
Diah juga mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara berbagai pihak. “Kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat menjadi sangat vital,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kegiatan tanam bukan hanya untuk mengisi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan terhadap krisis pangan yang bisa terjadi di masa depan. “Dengan mengajak masyarakat terlibat langsung, kami yakin program ini bisa berkelanjutan,” jelas Diah.
Gerakan tanam jagung dan sayuran di 162 titik ini diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagi kota lain dalam menghadapi tantangan urbanisasi. Pemkot Jaktim bersama PKK menargetkan bahwa lahan pertanian perkotaan bisa dikelola secara efektif, sekaligus meningkatkan kemandirian warga. Essie menjelaskan bahwa selain jagung, sayuran seperti terong, bayam, dan kacang panjang juga akan dikembangkan. “Kita ingin masyarakat bisa memanfaatkan kecil-kecilan lahan untuk berbagai komoditas pangan,” ucapnya. Ia berharap, dengan adanya Pasar Tumbuh, masyarakat tidak hanya memperoleh bahan pangan murah, tetapi juga menghasilkan pendapatan tambahan.
Diah Iswari mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa tercapai tanpa dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat. “Masyarakat harus terlibat secara keseluruhan, mulai dari penanaman hingga pengelolaan hasilnya,” katanya. Diah menegaskan bahwa Gerakan Tanam Sejuta Pohon tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga memperkuat kesadaran lingkungan dan ekonomi. “Setiap pohon yang ditanam bisa memberikan manfaat jangka panjang,” tambahnya. Essie juga menyebutkan bahwa kegiatan ini akan menjadi poin penting dalam upaya mencapai target pangan pangan nasional.
Secara keseluruhan, Essie menyatakan bahwa Jaktim berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. “Kita ingin menciptakan sistem yang bisa bertahan meskipun ada krisis cuaca,” ujarnya. Diah menutup wawancara dengan harapan program ini bisa menjadi warisan bagi generasi mendatang. “Seluruh pihak harus tetap bersinergi agar Jaktim tetap menjadi contoh paling baik dalam pertanian perkotaan,” pungkasnya. Dengan 162 titik tanam dan luas lahan yang signifikan, program ini diharapkan bisa menjadi fondasi untuk ketahanan pangan yang lebih kuat di kota metropolitan.
