Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum BNI Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Ekonomi Pesisir

6 hours ago  ·  3 min read
By Joseph Wilson - fukushimask.com

Fukushimask.com – “`html

Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum BNI Perkuat Komitmen Lingkungan

Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli setiap tahunnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau yang dikenal sebagai BNI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir. Melalui program rehabilitasi mangrove yang terintegrasi, bank BUMN ini tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi pilar utama strategi keberlanjutan BNI. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi, perseroan telah berhasil menanam 258.000 bibit mangrove selama delapan tahun terakhir di sejumlah kawasan pesisir strategis di Indonesia.

Kawasan-kawasan yang menjadi fokus penanaman mangrove meliputi Mempawah di Kalimantan Barat, Kebumen di Jawa Tengah, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, serta Banyuwangi dan Pamekasan di Jawa Timur. Setiap lokasi dipilih berdasarkan potensi ekologis dan kebutuhan masyarakat setempat. Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum bagi BNI untuk memperkuat visinya dalam membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pendekatan Nature-based Solutions (NbS). Langkah strategis ini juga selaras dengan arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian nasional dengan semangat melayani sepenuh hati.

Peran Strategis Mangrove bagi Ekosistem dan Ekonomi Pesisir

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan bagian integral dari strategi BNI membangun ketahanan kawasan pesisir.

“Pelestarian mangrove tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat. Karena itu, kami melibatkan kelompok tani dan warga mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara langsung,”

ujar Okki dalam keterangan tertulis yang dirilis baru-baru ini.

Selain menyerap karbon alami atau yang dikenal sebagai carbon sink, mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan kenaikan muka air laut. Ekosistem ini juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut yang menopang aktivitas perikanan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir. Pendekatan holistik ini turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis mangrove, mulai dari ekowisata hingga pengembangan produk olahan, sehingga manfaat rehabilitasi tidak berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dampak program tersebut pun telah terukur secara objektif. Evaluasi terhadap Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 84,09 persen, yang mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan dan manfaat program. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum yang tepat bagi BNI untuk terus mengembangkan inisiatif pelestarian lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Visi Jangka Panjang dan Kolaborasi Multi-Pihak

“Semangat Swadharma Bhakti Nagara mendorong BNI untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap inisiatif TJSL kami diarahkan agar mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian lokal,” tegas Okki. Ke depan, BNI akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat rehabilitasi mangrove sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis ekosistem pesisir.

Sejalan dengan transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan teknis dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu Hari Mangrove Sedunia? Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap 26 Juli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan dan kehidupan manusia.

Berapa banyak bibit mangrove yang telah ditanam BNI? BNI telah menanam 258.000 bibit mangrove selama delapan tahun terakhir melalui Program TJSL BNI Berbagi di lima lokasi pesisir strategis.

Apa manfaat ekonomi dari rehabilitasi mangrove? Rehabilitasi mangrove membuka peluang ekonomi melalui ekowisata, pengembangan produk olahan mangrove, dan peningkatan aktivitas perikanan lokal.

Bagaimana BNI melibatkan masyarakat dalam program mangrove? BNI melibatkan kelompok tani dan warga mulai dari tahap pembibitan, penanaman, hingga pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove.

Apa target BNI ke depan untuk program mangrove? BNI akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat rehabilitasi mangrove dan mengembangkan ekonomi berbasis ekosistem pesisir.

“`

MORE FROM THIS CATEGORY