AS Kewalahan Lawan Iran? Trump Kerahkan Kapal Induk ke-3 ke Arab
AS Kewalahan Lawan Iran? Trump Kerahkan Kapal Induk ke-3 ke Arab
Pengerahan Kapal Induk Ketiga ke Wilayah Timur Tengah
Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) dijadwalkan mengirimkan kapal induk ketiga ke Timur Tengah. Pengumuman ini disampaikan Fox News, seperti dilaporkan Times of Israel pada hari Sabtu. “USS George H.W. Bush telah menyelesaikan latihan pra-pengerahan pada hari Kamis,” kata Angkatan Laut AS, yang dikutip hari Minggu (8/3/2026).
Kapal induk tersebut, serta perahu-perahu penjaga dan sayap udaranya, telah melalui serangkaian latihan bersama. Institut Angkatan Laut AS menjelaskan bahwa kegiatan ini wajib dilakukan oleh semua kelompok serang kapal induk sebelum dianggap siap bertugas. “Latihan gabungan tersebut memastikan kesiapan operasional seluruh elemen,” ujar sumber dari lembaga tersebut.
Kapal Induk AS yang Sudah Berada di Wilayah Operasi
Sebelumnya, dua kapal induk AS sudah ditempatkan di Timur Tengah. USS Gerald R. Ford sedang bergerak melalui Terusan Suez, saat ini berada di Laut Merah. Sementara itu, USS Abraham Lincoln tetap beroperasi di Laut Arab, dengan fokus menghadapi ancaman dari Iran.
Perang antara AS dan Iran berlangsung sejak 28 Februari lalu. Serangan tersebut mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Meski demikian, Iran membalas dengan menyerang kota-kota seperti Tel Aviv dan Yerusalem, serta menghancurkan beberapa pangkalan militer AS.
Strategi Iran dan Dukungan Eksternal
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Iran menggunakan drone Shahed untuk menyerang target-target AS. Selain itu, intelijen Rusia juga dianggap membantu Teheran dalam operasi tersebut. Pengerahan kapal induk ketiga diharapkan memperkuat posisi AS di tengah ketegangan yang berlangsung.
“Kapal induk, perahu penjaga, dan sayap udaranya telah menyelesaikan latihan gabungan,” kata Institut Angkatan Laut AS.
Dengan tiga kapal induk yang berada di wilayah Timur Tengah, AS berusaha mempertahankan dominasi militer dan mengimbangi langkah Iran dalam konflik yang memanas.
