Pulang Haji, Jamaah Tertua Mbah Marsiyah Rayakan Ulang Tahun Ke-105
Historic Moment – Marsiyah Salim, yang diakui sebagai jamaah haji tertua pada tahun 2026 di Indonesia, tiba kembali ke tanah air setelah menyelesaikan ibadah haji pada Selasa malam, 30 Juni. Kehadirannya di Bandara Internasional Kediri yang terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi momen spesial yang dihiasi oleh karangan bunga serta kegembiraan warga sekitar. Pada hari Rabu, 1 Juli, jamaah berusia 105 tahun ini secara resmi merayakan ulang tahunnya dengan suasana penuh kebahagiaan.
Perjalanan Ibadah yang Membawa Keberkahan
Mbah Marsiyah, sebagaimana dikenal oleh warga Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, telah menjadi simbol ketekunan dan semangat dalam menjalani ibadah haji. Usia yang tergolong sangat tua ini tidak menghalangi semangatnya untuk menunaikan rukun Islam yang keenam. Ia menceritakan bahwa perjalanan ke Mekah dan Madinah menjadi pengalaman yang tak terlupakan, bahkan di usia yang terbilang menghadapi tantangan fisik.
“Saya tak pernah berpikir untuk menunda hajj. Setiap tahun, saya berdoa agar bisa berangkat, dan Tuhan berikan jalan,” ujar Mbah Marsiyah dalam wawancara sebelumnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Kehidupan Bersejarah di Balik Ibadah
Mbah Marsiyah lahir pada tahun 1921, menjadikannya seorang lansia yang telah menginjak usia 105 tahun. Sebagai anak pertama dari keluarga yang memiliki tradisi beragama, ia dibesarkan dalam lingkungan yang penuh penghormatan terhadap ibadah. Meski usia terbilang besar, ia tetap aktif dalam kegiatan keagamaan di desa, seperti mengajar tentang Al-Qur’an dan mengadakan kajian rutin di rumahnya.
Keluarga Mbah Marsiyah, terutama anak dan cucu, tak henti berterima kasih atas pencapaian yang luar biasa ini. Menurut seorang anggota keluarga, Mbah Marsiyah tidak pernah menyerah dalam menjalani hidup, bahkan setelah mengalami berbagai kesulitan kesehatan di usia senja. Ia dikenal sebagai sosok yang penuh kebijaksanaan, serta mampu menjaga semangat beribadah hingga hari ini.
Perayaan Ulang Tahun yang Membawa Harapan Baru
Di usia yang telah mencapai 105 tahun, Mbah Marsiyah tetap menikmati setiap momen kehidupan. Pada hari ulang tahunnya, warga sekitar mengadakan acara sederhana namun penuh makna di rumahnya. Keberadaannya menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin mengejar mimpi meski dihadapkan pada tantangan usia. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan orang, termasuk para tokoh agama, wali desa, serta warga yang ingin memberikan ucapan selamat.
Keluarga juga menyiapkan makanan khas dari Jawa Timur sebagai bagian dari perayaan. Nenek-nenek dari desa mengungkapkan bahwa acara ini tidak hanya merayakan ulang tahun, tetapi juga menghormati keberanian Mbah Marsiyah yang tak pernah kehilangan iman. “Ibu kami adalah sosok yang tak tergantikan. Ia membawa harapan baru untuk kita semua,” kata salah satu putrinya, Ibu Siti, yang turut menyaksikan perayaan tersebut.
Proses Persiapan dan Perjalanan Keberangkatan
Menjadi jamaah haji tertua membutuhkan persiapan yang ekstra ketat. Mbah Marsiyah, yang tinggal di rumah sederhana di Desa Bulu, menerima bantuan dari warga dan keluarga untuk mengurus kebutuhan sebelum berangkat. Meski sering kali mengalami sakit, ia tetap berusaha memenuhi syarat kesehatan yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan panjang ke Arab Saudi.
Persiapan perjalanan juga melibatkan dukungan dari Pemerintah Daerah setempat. Mereka menyediakan fasilitas khusus untuk lansia yang ingin menunaikan ibadah haji. “Pemerintah membantu banyak hal, termasuk transportasi dan penginapan selama di Mekah. Karena usia Mbah Marsiyah sudah sangat tua, kita perlu memastikan ia aman selama beribadah,” jelas seorang pejabat setempat yang turut menghadiri acara.
Mbah Marsiyah menjadi contoh bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih keberkahan. Ia tidak hanya mengerjakan sholat secara rutin, tetapi juga aktif dalam mengikuti kegiatan keagamaan di desa. Keberangkatannya ke Mekah tahun ini dianggap sebagai penutup dari perjalanan hidupnya yang penuh makna. Di sisi lain, kehadirannya di tanah air menjadi momen penuh semangat bagi masyarakat sekitar yang ingin mengejar kesempatan serupa.
Di hari ulang tahun ke-105, Mbah Marsiyah menerima banyak hadiah dari warga. Namun, ia lebih senang menikmati kehangatan keluarga dan perhatian dari orang-orang terdekat. “Hari ini adalah hari istimewa, tapi yang paling berharga adalah kebersamaan dengan anak-anak dan cucu,” katanya sambil tersenyum. Ia juga berharap keberhasilan ini bisa menjadi bahan inspirasi bagi lansia lain untuk tetap menjalani ibadah dengan penuh semangat.
Di sela-sela kebahagiaan, Mbah Marsiyah tak lupa memberikan nasihat kepada generasi muda. “Jangan pernah menunda impian, karena takut usia yang tua. Justru usia yang tua membuat kita lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan,” tegasnya. Kalimat ini dianggap sebagai pesan yang penuh makna, terutama dalam era di mana banyak orang terkadang ragu untuk mengejar tujuan hidup.
Acara perayaan ulang tahun juga diisi dengan tarian tradisional dan musik daerah yang membuat suasana semakin hidup. Masyarakat Desa Bulu menyatakan bahwa mereka sangat bangga memiliki anggota keluarga yang
