Rencana Khusus: Prabowo serukan penguatan jati diri di Museum Nasional Indonesia

Prabowo Serukan Penguatan Jati Diri di Museum Nasional Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Partai Gerindra dan mantan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya masyarakat terus mengkaji artefak sejarah serta kekayaan budaya sebagai bagian dari memperkuat identitas nasional. Pernyataan ini diungkapkan melalui postingan di akun media sosial pribadinya, Selasa, di Jakarta.

“Memahami artefak sejarah dan warisan budaya bangsa adalah cara untuk mengenang bahwa peradaban besar dibangun dari pengetahuan dan penghargaan terhadap masa lalu,” ujarnya.

Pada hari Senin (2/3), Prabowo mengunjungi Museum Nasional Indonesia sebelum berbuka puasa. Kunjungan tersebut dihadiri oleh putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta teman-teman dari Kementerian Kebudayaan RI.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyoroti bahwa menggali peninggalan sejarah bukan hanya sekadar memandang benda-benda, tetapi juga menggali perjalanan bangsa dan nilai-nilai yang membentuk identitas Indonesia hingga kini.

Program Ramadan di Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia menghadirkan rangkaian acara spesial Ramadan yang berlangsung sepanjang Maret 2026, hingga setelah Idul Fitri. Berbagai kegiatan edukatif, rekreasi, dan reflektif disiapkan untuk mengisi waktu ngabuburit para pengunjung dari berbagai usia.

Program dimulai dengan workshop Islamic Paper Collage pada 7 Maret, dilanjutkan dengan Petualangan Ramadhan Detektif Misykat khusus untuk anak-anak pada 8 Maret. Pada hari yang sama, juga terdapat pertunjukan musik Mantra di Majapahit Hall.

Minggu keempat Ramadan meliputi Rakopi, yang menggabungkan kelas meracik kopi dan tur museum, serta Yoga Night at Museum. Aktivitas ini dirancang untuk memperkaya pengalaman budaya dan menginspirasi refleksi diri serta kebersamaan.

Museum Nasional menyatakan bahwa lembaga itu berfungsi menyimpan, merawat, mengamankan, serta memanfaatkan 140.000 benda hasil budaya manusia dan lingkungan alaminya guna menjaga kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia.