Internasional

Maroko atasi perlawanan sengit Haiti untuk maju ke 32 besar

Maroko Atasi Perlawanan Sengit Haiti untuk Maju ke 32 Besar Maroko atasi perlawanan sengit Haiti - Jakarta – Timnas Maroko berhasil mengalahkan Haiti dengan

Desk Internasional
Published June 25, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Maroko Atasi Perlawanan Sengit Haiti untuk Maju ke 32 Besar

Maroko atasi perlawanan sengit Haiti – Jakarta – Timnas Maroko berhasil mengalahkan Haiti dengan skor 4-2 dalam pertandingan penentuan Grup C Piala Dunia 2026, Kamis pagi WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat. Kemenangan ini memastikan Maroko melangkah ke babak 32 besar, setelah sebelumnya mengalahkan Skotlandia 3-0 dalam laga yang berlangsung bersamaan. Meski terlibat pertandingan sengit, Maroko akhirnya mampu memperoleh tiket ke fase berikutnya, dengan rekor selisih gol yang lebih unggul dibandingkan Brasil.

Perjalanan Grup C

Hasil ini menutup babak penyisihan grup dengan Maroko berada di peringkat kedua, menyamai poin Brasil (7 poin) namun memiliki keunggulan dalam selisih gol. Kemenangan atas Haiti, yang berakhir dengan skor 4-2, mengokohkan posisi mereka. Sementara itu, Skotlandia yang menempati peringkat ketiga harus menunggu hasil grup lain, berharap bisa menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik dengan tiga poin dan selisih gol defisit lima.

Haiti, di sisi lain, mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia setelah lebih dari setengah abad berpartisipasi. Dalam tiga laga penyisihan grup, mereka hanya mampu mengoleksi 0 poin. Kekalahan dari Maroko menjadi titik akhir ambisi mereka untuk melangkah lebih jauh. Meski begitu, performa Haiti tetap menjadi sorotan, terutama dengan gol spektakuler yang mereka cetak di babak pertama.

Detik-detik Pertandingan

Babak pertama menjadi sengit sejak awal, dengan Haiti mencetak gol lebih dulu. Gol tersebut tercipta setelah Jean-Kevin Duverne merayap dari sayap kanan, mengirimkan umpan tarik yang disambut sontekan tumit Lenny Joseph. Bola masuk ke gawang, tapi segera dibelokkan oleh Yassine Bounou, sehingga dihitung sebagai gol bunuh diri. Keunggulan ini memperkuat semangat tim asuhan Didier Seevinck.

Maroko tak tinggal diam. Setelah mengalami kekalahan, mereka berusaha bangkit. Di menit ke-39, Achraf Hakimi menyelesaikan aksi serangan dengan memanfaatkan kesalahan kiper Johny Placide. Placide terlalu cepat mengantisipasi umpan silang, tapi bola mengenai Hakimi di mulut gawang. Kedudukan kembali imbang 2-2. Babak pertama berakhir dengan skor 2-2, meski pertandingan masih berjalan intens.

Babak kedua membawa suasana berbeda. Maroko tampil lebih percaya diri dan langsung mengubah arah permainan. Di menit ke-78, Soufiane Rahimi mencetak gol penentu, setelah masuk menggantikan Saibari. Rahimi menerima umpan tarik Chadi Riad dan melepaskan tendangan keras yang tak terjangkau Placide. Gol ini memperbesar keunggulan Maroko, 3-2. Mereka berada di depan dalam waktu 30 menit.

Empat menit jelang babak pertama usai, Yassine Gessime Yassine mengunci kemenangan Maroko dengan gol sepakan mudah. Pemain pengganti itu berdiri bebas tanpa kawalan, menyambut umpan Rahimi dengan penuh kepercayaan. VAR sempat meninjau situasi, tetapi wasit memutuskan gol tersebut valid. Skor akhir 4-2 memastikan Maroko lolos, sementara Haiti harus berhenti di grup.

Dalam laga terakhir Grup C, Maroko mengatasi perlawanan tajam Haiti untuk melangkah ke babak 32 besar. Kemenangan ini tidak hanya menentukan nasib mereka, tapi juga memperkuat posisi Brasil yang sama-sama meraih 7 poin, demikian catatan laman FIFA.

Keberhasilan Maroko dalam menaklukkan perlawanan Haiti menunjukkan ketahanan mental dan strategi yang matang. Meski mengalami kekalahan di menit awal, mereka mampu bangkit dengan kecepatan dan keakuratan yang tak terduga. Gessime Yassine, yang mencetak gol penutup, menegaskan bahwa Maroko memang layak menjadi salah satu tim yang berjalan lebih jauh.

Kemenangan ini juga menandai sejarah baru bagi Maroko, yang kini memiliki rekor selisih gol surplus enam berbanding surplus tiga. Dalam pertandingan di Stadion Mercedes-Benz, mereka memperlihatkan performa yang konsisten, baik dalam menyerang maupun bertahan. Baliho gol dari Hakimi dan Saibari menjadi bukti mereka tak mudah dikalahkan, meski menghadapi tim yang telah menunjukkan ketangguhan.

Haiti, meski kalah, tetap menunjukkan kemampuan bertanding yang layak diapresiasi. Mereka mencetak dua gol, salah satunya melalui gol bunuh diri Bounou dan gol Isidor yang menjadi pembeda. Sayang, keunggulan mereka berumur singkat, karena Maroko mampu menyelesaikan tugas dengan kemampuan individu dan taktik yang lebih tepat. Hasil ini menjadi bagian dari perjalanan mereka yang mengecewakan, tapi tetap menjadi catatan penting dalam sejarah Piala Dunia.

Skotlandia, yang memperoleh tiga poin dari laga lain, akan menunggu hasil grup lain untuk berharap menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Mereka memiliki peluang besar, meski harus melalui ujian yang berat. Kekalahan melawan Maroko menjadi pengalaman berharga, dan menunjukkan bahwa mereka masih memiliki potensi untuk berkembang.

Ketangguhan dan Kemenangan Berdarah

Momen-momen krusial dalam pertandingan ini memperlihatkan keberanian kedua tim. Di menit ke-10, Haiti berhasil mencuri keunggulan, tapi Maroko dengan cepat menyeimbangkan skor. Peluang mereka muncul saat Hakimi mengambil kesempatan dari kesalahan Placide, yang terburu-buru mengantisipasi bola. Pemain sayap kanan itu menyelesaikan umpan dengan tepat, membuat Haiti kembali tertinggal.

Dalam perjalanan pertandingan, Maroko menunjukkan adaptasi yang baik. Mereka tidak hanya mengatasi tekanan Haiti, tapi juga memperkuat posisi mereka di grup. Kemenangan atas Skotlandia menjadi faktor penting, karena memungkinkan mereka meraih poin tambahan. Dengan skor 7-0, Maroko memperoleh surplus gol yang cukup signifikan, sehingga terlepas dari persaingan ketat dengan Brasil.

Haiti, meski gagal melangkah ke babak 32 besar, tetap mencatatkan prestasi. Mereka menghadirkan permainan yang menarik, dengan penampilan mengesankan dari Wilson Isidor. Gol spektakuler tersebut menjadi bukti bahwa mereka mampu bermain dengan baik, meski akhirnya kalah. Momen-momen seperti itu akan menjadi kenangan berharga bagi para pemain dan penggemar.

VAR juga menjadi pengawas penting dalam pertandingan. Situasi gol Yassine Gessime Yassine membutuhkan pemeriksaan menyeluruh, tetapi wasit memberikan keputusan yang seimbang. Ini memperkuat bahwa keputusan wasit berdasarkan pertimbangan yang matang, dan tidak hanya pada tindakan fisik atau pelanggaran.

Dengan kemenangan ini, Maroko menunjukkan kemampuan mereka untuk bertahan di babak lebih lanjut. Tim ini akan menghadapi tantangan

Leave a Comment