Bisnis

Latest Program: Pemkab Jayapura bekali kompetensi digital UMKM asli Papua

Pemkab Jayapura Terus Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital oleh UMKM Papua Latest Program - Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Pemerintah

Desk Bisnis
Published July 1, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pemkab Jayapura Terus Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital oleh UMKM Papua

Latest Program – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Pemerintah Kabupaten Jayapura meluncurkan program pembekalan kompetensi digital untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli Papua. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan platform digital OAPSHOP sebagai sarana memperluas pasar, mengoptimalkan operasional, serta memperkuat daya saing usaha. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi UMKM Papua ke pasar nasional dan internasional, sekaligus mendorong transformasi bisnis melalui teknologi.

Program OAPSHOP Dimulai dari Tahun 2025

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, menjelaskan bahwa inisiatif pengembangan OAPSHOP adalah bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat asli Papua melalui teknologi. Menurut Basri, program ini telah dijalankan sejak tahun 2025 oleh Dinas Komunikasi dan Informatika setempat. “Tujuan utamanya adalah memperkuat kemandirian warga Papua dalam mengelola usaha mereka secara digital,” ujarnya dalam keterangan resmi.

“Melalui platform digital, pelaku usaha dapat mengisi profil bisnis dan memperbarui katalog produk secara mandiri. Selain itu, transaksi non tunai menggunakan QRIS menjadi bagian penting dari upaya ini untuk mempermudah pengelolaan dana,” kata Basri.

Basri menekankan bahwa pendampingan digital yang diberikan bukan hanya sekadar pelatihan dasar, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam tentang pemanfaatan teknologi dalam konteks bisnis lokal. “Dengan memperkuat pengetahuan mereka tentang penggunaan QRIS dan manajemen digital, UMKM Papua bisa bersaing lebih baik di era ekonomi digital,” tambahnya. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa teknologi tidak hanya dikenal, tetapi juga diterapkan secara efektif dalam praktik sehari-hari.

UMKM Papua Menghadapi Tantangan Baru

UMKM di Jayapura, khususnya yang berbasis pada komunitas asli Papua, terkadang menghadapi hambatan dalam mengakses dan menguasai teknologi. Basri menjelaskan bahwa pemerintah daerah sadar bahwa digitalisasi bisnis membutuhkan pendekatan bertahap dan berkelanjutan. “Kami ingin membantu pelaku usaha mengatasi kesenjangan teknologi ini, agar mereka bisa meraih peluang pasar yang lebih besar,” katanya.

“Dengan adanya pendampingan yang terstruktur, UMKM Papua tidak hanya mampu mengakses platform digital, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara optimal untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional,” ujarnya.

Program ini juga mencakup pembelajaran tentang strategi pemasaran digital, pengelolaan inventaris, dan penggunaan media sosial untuk membangun jaringan pelanggan. Basri menyebutkan bahwa pelatihan tersebut diadakan secara berkala, dengan fokus pada penguasaan alat-alat teknologi seperti QRIS, yang memungkinkan transaksi berbasis digital tanpa memerlukan uang tunai. “Kami percaya bahwa dengan melatih mereka secara rutin, UMKM Papua bisa menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang modern dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ekosistem Digital untuk Penguatan Daya Saing

Menurut Basri, OAPSHOP menjadi salah satu solusi strategis untuk menghadirkan ekosistem digital yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen. “Platform ini dirancang untuk menjadi jembatan antara UMKM Papua dan pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tergantung pada partisipasi aktif para pelaku usaha dalam mengikuti pelatihan dan menerapkan hasilnya di lapangan.

“Pendampingan yang kami lakukan seperti memberikan panduan untuk mengisi profil usaha secara lengkap, memperbarui katalog produk secara berkala, dan memanfaatkan QRIS dalam proses transaksi,” jelas Basri.

Pendekatan yang diambil oleh Pemkab Jayapura menekankan pada adaptasi UMKM terhadap perubahan teknologi. Ia menyoroti bahwa teknologi digital bukan sekadar alat, tetapi juga peluang untuk membangun usaha yang lebih produktif. “Dengan digitalisasi, kita bisa mengurangi ketergantungan pada media konvensional dan mempercepat distribusi produk,” katanya. Basri juga menyebutkan bahwa program ini akan terus ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha, terutama di daerah-daerah yang masih kurang terbantu oleh infrastruktur digital.

Kelancaran program OAPSHOP bukan hanya berdampak pada perekonomian lokal, tetapi juga pada kesetaraan ekonomi antara warga Papua dan wilayah lain. Basri menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembekalan ini adalah memperkuat posisi UMKM asli Papua dalam konteks nasional. “Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Papua mampu berkiprah dalam ekonomi digital,” katanya. Ia juga menyoroti peran penting pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan usaha digital.

“Transaksi non tunai melalui QRIS, misalnya, memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha untuk mengelola dana secara lebih efektif. Ini sangat membantu di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas ke bank atau mesin ATM,” kata Basri.

Program ini juga mencakup pemantauan kinerja UMKM secara berkala, dengan bantuan sistem digital yang sudah disediakan. Basri menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dorongan melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan fasilitas pendukung. “Kami ingin menjamin bahwa setiap UMKM memiliki kemampuan untuk memanfaatkan platform ini secara maksimal,” ujarnya. Dengan demikian, harapan besar diusung agar UMKM Papua bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.

Adapun tantangan utama yang dihadapi dalam pemanfaatan teknologi digital terletak pada keterbatasan pengetahuan awal pelaku usaha. Basri menjelaskan bahwa beberapa dari mereka masih membutuhkan pengenalan dasar tentang cara kerja platform digital. “Program ini dirancang agar mereka tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam bisnis sehari-hari,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah juga akan berupaya memberikan pelatihan berbasis konten yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Hasil yang Diharapkan dalam Tahun Depan

Basri menyebutkan bahwa keberhasilan program ini akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, terutama dalam hal peningkatan volume transaksi digital dan pertumbuhan usaha. “Kami berharap melalui OAPSHOP, UMKM Papua bisa memperoleh akses yang lebih mudah ke pasar nasional, bahkan global,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa digitalisasi bisnis akan menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang dalam pembangunan ekonomi Jayapura.

“Platform ini tidak hanya membantu pemasaran, tetapi juga mempercepat distribusi produk ke berbagai wilayah. Kami percaya bahwa UMKM Papua memiliki potensi besar jika diberikan kesempatan yang tepat,” ujarnya.

Leave a Comment