Polri gelar upacara Hari Bhayangkara Ke-80
Historic Moment – Jakarta – Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diadakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berlangsung di Satuan Latihan Brimob (Satlat Brimob), Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Rabu. Acara ini menjadi momen penting untuk menghormati jasa para anggota kepolisian yang telah berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebelum acara dimulai, berbagai persiapan telah dilakukan guna memastikan kelancaran upacara. Pemimpin upacara membuka rangkaian acara dengan membacakan susunan kegiatan dan menyampaikan penghormatan awal kepada bendera Merah Putih. Setelahnya, seluruh peserta upacara berdiri dengan rapi untuk menunggu kedatangan inspektur upacara yang juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi.
Berdasarkan pantauan ANTARA, upacara dimulai dengan pengucapan niat oleh komandan upacara. Ia mengawali dengan menyampaikan susunan komandan dan pemimpin pasukan baris-berbaris. Tahap ini dilakukan secara berkelanjutan hingga kegiatan berjalan sesuai rencana.
Pada pukul 07.56 WIB, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki lapangan upacara. Keduanya didampingi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, yang juga memimpin Korps Bhayangkara. Penampilan mereka mencolok karena kehadiran para pejabat yang terlibat langsung dalam pembinaan kepolisian.
Setelah inspektur upacara tiba, seluruh peserta menghormatinya. Acara dilanjutkan dengan penampilan pasukan Brimob yang melakukan baris-berbaris sebelum Presiden Prabowo menempati mimbar kehormatan. Upacara ini memiliki simbolisme khusus karena merayakan 80 tahun kehadiran Polri, yang dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi sepanjang masa.
Dalam rangkaian acara, Presiden Prabowo menyampaikan sambutan sebelum memberikan tanda kehormatan kepada beberapa Polda dan personel Polri. Tanda kehormatan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga keamanan nasional. Selain itu, upacara juga menjadi ajang penghormatan terhadap bendera nasional, yang dipandang sebagai pengingat akan semangat perjuangan bangsa.
Berbagai pejabat tinggi ikut hadir dalam acara ini, termasuk Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mendukung tugas Polri.
Tema perayaan tahun ini adalah “80 Tahun Mengabdi Polri untuk Masyarakat”. Tema ini diharapkan menjadi pengingat akan peran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat sejak awal berdirinya institusi tersebut. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Upacara tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Bhayangkara yang lebih luas. Sebelumnya, Polri telah melakukan berbagai kegiatan untuk menyambut perayaan ini, seperti bakti sosial, bakti kesehatan, dan anjangsana. Bakti sosial, misalnya, dilakukan dengan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, sementara bakti kesehatan menyasar pemenuhan kebutuhan medis di daerah terpencil.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kegiatan perayaan ini juga menjadi momen untuk mengevaluasi kinerja Polri dalam menjaga keamanan sumber daya alam. “Kehadiran Polri di tengah masyarakat membantu mencegah konflik yang mungkin muncul akibat pengelolaan sumber daya alam yang tidak tepat,” kata Bahlil. Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa Polri berperan aktif dalam memastikan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai wilayah.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo turut memberikan penjelasan mengenai pentingnya hari Bhayangkara sebagai momentum untuk menguatkan komitmen seluruh personel Polri. “Hari ini adalah hari besar yang menjadi pengingat akan tanggung jawab kita terhadap masyarakat,” ujarnya. Pemimpin Korps Bhayangkara ini menekankan bahwa perayaan tahun ini menyoroti evolusi Polri dari masa ke masa, termasuk peran dalam membangun bangsa.
Dalam rangkaian upacara, seluruh peserta juga menonton penampilan kesenian yang menampilkan keselarasan antara polisi dan masyarakat. Aktivitas ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman penghormatan serta membangun keakraban antara institusi dan warga. Setelah upacara selesai, Presiden dan Kapolri mengelilingi area kegiatan untuk memberikan pengarahan lebih lanjut kepada personel Brimob.
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 dianggap sebagai peristiwa yang mampu menginspirasi seluruh lapisan masyarakat. Banyak pihak mengharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan di tingkat daerah untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan kehadiran Polri. Kepolisian juga menyiapkan berbagai program ke depan guna meningkatkan layanan kepada warga, sesuai dengan tema yang diusung.
Sebagai bagian dari perayaan, Polri menyiapkan berbagai program sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Contohnya, pemberian pelatihan keterampilan bagi warga desa, serta pembangunan fasilitas pendidikan di daerah terpencil. Upacara ini menjadi bentuk kontribusi Polri dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan visi Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.
Hadirnya sejumlah pejabat tinggi selama upacara menunjukkan bahwa Polri tetap menjadi pusat perhatian pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan. Dengan tema yang menekankan dedikasi terhadap masyarakat, perayaan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Pembukaan upacara selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Semua peserta dengan konsisten mematuhi protokol kebersihan dan keselamatan. Setelahnya, acara dilanjutkan dengan pemberian
