Rencana Khusus: Wamendagri nilai “Kampung Bahagia” di Jambi bisa percontohan nasional
Wamendagri: Kampung Bahagia Jambi Bisa Jadi Model Nasional
Kota Jambi, Rabu – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengunjungi Rukun Tetangga (RT) 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Dalam kunjungan tersebut, ia menyatakan program Kampung Bahagia memiliki potensi menjadi inisiatif nasional yang dapat diadopsi di berbagai RT di Indonesia.
“Jika berhasil, program ini bisa diaplikasikan tidak hanya di Jambi, tetapi juga di RT lain seantero negeri,” ujar Bima.
Menurut Wamendagri, Kampung Bahagia tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan, tetapi juga harus menjadi alat untuk meningkatkan keterlibatan warga dalam pengelolaan keuangan dan menciptakan nilai gotong royong. Ia menekankan pentingnya standar pengelolaan dana yang konsisten, transparan, serta berorientasi jangka panjang.
Program ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun lingkungan yang nyaman. Pemkot Jambi memberikan dana sebesar Rp100 juta per RT untuk perbaikan infrastruktur seperti jalan, drainase, dan penerangan. Bima mengatakan pendampingan dan pengawasan dari berbagai dinas terkait sangat diperlukan agar program berjalan optimal.
Ketua Forum RT Kota Jambi, Suparyono, menambahkan bahwa Kampung Bahagia memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. “Program ini membantu menciptakan rasa aman dan nyaman, serta membangun kesadaran kolektif tentang kepemilikan lingkungan,” ungkapnya.
“Kami juga memasang kamera pengawas di area strategis dan menjalankan kegiatan jaga malam untuk memperkuat kebersamaan warga,” jelas Suparyono.
Ia optimis program ini akan memberikan penghargaan dari pemerintah pusat dan masyarakat seiring bertambahnya dampak positif. Bima menantikan hasil evaluasi dalam setahun pertama untuk menilai efektivitas Kampung Bahagia di masa kepemimpinan Wali Kota Jambi Maulana.
