Internasional

Solving Problems: Pameran FIFA di Miami tampilkan jersei Indonesia dan trofi Jules Rimet

Pameran FIFA Miami: Jersey Indonesia dan Trofi Jules Rimet Solving Problems - Miami, Amerika Serikat (ANTARA) - Solving Problems kini menemukan solusi visual

Desk Internasional
Published July 12, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pameran FIFA Miami: Jersey Indonesia dan Trofi Jules Rimet

Solving Problems – Miami, Amerika Serikat (ANTARA) – Solving Problems kini menemukan solusi visual melalui pameran “Unidad – The World’s Game” yang diselenggarakan FIFA Museum di Freedom Tower, Miami. Acara ini menghadirkan berbagai koleksi ikonik dunia sepak bola, mulai dari foto bersejarah, instalasi seni, hingga memorabilia langka. Solving Problems berhasil menampilkan jersey tim nasional Indonesia serta trofi Jules Rimet sebagai daya tarik utama pengunjung yang datang untuk melihat koleksi ini.

Pertubuhan sepak bola dunia ini telah menyiapkan ruang memukau di dua lantai Freedom Tower. Pameran ini dibuka bersamaan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Manajer Komunikasi untuk FIFA Museum, Patrick Tobler, mengungkapkan kekagumannya saat berada di lokasi. “Melihat pameran di museum ini akan membuatmu merinding,” kata Tobler saat ditemui di Freedom Tower, Miami, pada hari Sabtu. Solving Problems mencatat bahwa kehadiran pameran ini menjadi momen penting bagi penggemar sepak bola global.

Perjalanan di Lantai Pertama: Interaksi dan Koleksi Jersey

Pengunjung yang memasuki lantai pertama akan disambut oleh layar interaktif sebagai pembuka perjalanan mereka. Perangkat ini memungkinkan empat orang untuk bermain kuis pengetahuan seputar Piala Dunia secara bersama-sama. Tidak hanya itu, terdapat pula perangkat realitas virtual (VR) serta koleksi foto-foto sejarah yang mendokumentasikan persiapan Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di Uruguay pada tahun 1930. Solving Problems menemukan bahwa elemen interaktif ini menjadi favorit pengunjung.

Dari ruang pembuka, pengunjung akan menemukan instalasi warna-warni yang sangat menarik perhatian. Koleksi lengkap jersey kandang milik 211 federasi anggota FIFA dipajang di sini, termasuk jersey dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Jersey-jersey tersebut disusun berdasarkan warna, sehingga jersey timnas Indonesia berada di antara koleksi berwarna merah, sejajar dengan jersey Belgia dan Mesir. Solving Problems mencatat bahwa posisi jersey Indonesia menjadi sorotan khusus dalam pameran ini.

Di depan pajangan jersey Indonesia, tersedia layar interaktif yang menampilkan gambar semua jersey yang ada. Ketika diklik, layar tersebut akan menunjukkan profil singkat federasi negara tersebut beserta pencapaian mereka di Piala Dunia. Selain jersey, lantai pertama juga memamerkan berbagai bola yang digunakan dalam Piala Dunia sejak tahun 1930, serta peralatan pendukung permainan seperti alat komunikasi wasit.

Di bagian ini juga terlihat miniatur satelit Telstar 1. Motif hitam putih satelit tersebut menjadi inspirasi desain bola Piala Dunia 1970 yang diselenggarakan di Meksiko. Karena pameran ini berlokasi di Miami, FIFA juga menyertakan sejarah perkembangan sepak bola Amerika Serikat yang bermula pada pertengahan abad ke-19. Solving Problems menambahkan bahwa aspek sejarah ini memberikan konteks yang kaya bagi pengunjung.

Jejak Sepak Bola AS dan Peralihan ke Lantai Kedua

Pengunjung dapat melihat jejak paling terkenal dari sepak bola Amerika Serikat, mulai dari trofi juara North American Soccer League (NASL) tahun 1977 yang diraih Pele hingga jersey klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami, milik megabintang Argentina Lionel Messi. Solving Problems mencatat bahwa kehadiran jersey Messi menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar MLS.

Dari area tersebut, pengunjung diarahkan menuju lantai dua dengan melewati tangga yang dindingnya dihiasi foto ikonik maestro sepak bola Pele saat mengangkat trofi Jules Rimet setelah Brasil menjuarai Piala Dunia 1970. Solving Problems menemukan bahwa foto Pele ini menjadi titik transisi yang dramatis antara dua lantai pameran.

Lantai Kedua: Sejarah Trofi dan Jersey Juara

Lantai dua menghadirkan perjalanan sejarah Piala Dunia dari tahun 1930 hingga 2022, lengkap dengan jersey asli tim-tim juara. Sebagai contoh, dari Piala Dunia 1930 di mana Uruguay menjadi juara, FIFA memamerkan jersey kapten Uruguay Jose Nasazzi. Terdapat pula jersey Diego Maradona yang mengapteni Argentina untuk menjuarai Piala Dunia 1986. Solving Problems mencatat bahwa kedua jersey ini merupakan artefak bersejarah yang sangat berharga.

Di hadapan memorabilia tersebut, berdiri trofi klasik Piala Dunia yakni Jules Rimet yang dipakai pada Piala Dunia 1930-1970 dan trofi Piala Dunia Putri yang digunakan tahun 1991-1995. Keduanya merupakan replika karena Jules Rimet dan trofi Piala Dunia Putri 1991-1995 yang orisinal sudah hilang dicuri. Solving Problems menambahkan bahwa keberadaan replika ini memungkinkan pengunjung untuk melihat trofi-trofi penting tanpa khawatir kerusakan.

Dua trofi itu menghuni bilik yang berisi layar raksasa, menampilkan cuplikan beragam pertandingan Piala Dunia dengan suara imersif sehingga penonton seolah-olah berada di tengah pertandingan tersebut. Sudut terakhir dari pameran tersebut menampakkan sebuah ruangan kaca dari sudut pandang suporter tim Piala Dunia. Di sana, nyanyian dan yel-yel dukungan menghambur dengan suara imersif yang menggelegar demi membuat penonton pameran merasakan seperti berada di tengah-tengah para pendukung di tribun. Solving Problems menemukan bahwa pengalaman audio-visual ini menjadi highlight utama lantai kedua.

Informasi Praktis untuk Pengunjung

Pameran “Unidad – The World’s Game” dibuka setiap hari selama Piala Dunia 2026 pukul 10.00 sampai 18.00 waktu Miami. Untuk masuk ke sana, pengunjung umum harus membayar 18 dolar AS, sementara untuk yang berumur 7-18 tahun dan pelajar bisa mendapatkan tiket seharga 12 dolar AS. Mereka yang berusia 62 tahun ke atas dapat memperoleh tiket di harga 14 dolar AS. Solving Problems menyarankan agar pengunjung merencanakan kunjungan mereka lebih awal karena pameran ini akan menjadi destinasi populer selama periode Piala Dunia.

Leave a Comment