Humaniora

Visit Agenda: KH Zulfa Mustofa sebut siap maju jadi calon Ketum di Muktamar NU

KH Zulfa Mustofa Siap Berkompetisi Sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 Visit Agenda - Jakarta - Dalam perkembangan terbaru seputar perebutan

Desk Humaniora
Published July 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

KH Zulfa Mustofa Siap Berkompetisi Sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35

Visit Agenda – Jakarta – Dalam perkembangan terbaru seputar perebutan kepemimpinan Nahdlatul Ulama, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum. Pernyataan ini disampaikan dengan sikap rendah hati, di mana beliau menegaskan bahwa keputusan untuk maju sepenuhnya bergantung pada amanah yang diberikan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia.

Meskipun tidak menyembunyikan ambisi pribadi untuk menduduki jabatan tertinggi di organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, Kiai Zulfa menekankan bahwa dirinya tidak akan menolak jika pencalonan tersebut merupakan hasil dari aspirasi murni para pengurus NU di tingkat daerah. Sikap terbuka ini menunjukkan bahwa beliau memahami betul dinamika internal organisasi yang sangat menghargai musyawarah dan konsensus.

“Kalau aspirasi dari cabang dan wilayah meminta, itu sangat kuat. Saya tidak bisa menolak,” ujar Kiai Zulfa dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menjelang Muktamar ke-35 NU di Jawa Timur

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Acara akbar ini akan bertempat di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, yang berlokasi di Provinsi Jawa Timur. Sebagai salah satu momen paling penting dalam siklus kepemimpinan organisasi, Muktamar menjadi wadah bagi seluruh perwakilan dari berbagai tingkatan kepengurusan untuk menentukan arah masa depan NU.

Menjelang penyelenggaraan acara tersebut, sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai calon potensial untuk menduduki kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Di antara nama-nama yang muncul, KH Zulfa Mustofa menjadi salah satu figur yang paling banyak mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dukungan terhadap pencalonan beliau tidak hanya datang dari satu sumber, melainkan mengalir dari berbagai penjuru organisasi.

Dukungan dari Berbagai Tingkatan Kepengurusan

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Abdullah Syamsul Arifin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Aab, secara resmi menyampaikan dukungan terhadap pencalonan Kiai Zulfa. Menurut beliau, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi gelombang aspirasi dari berbagai PWNU dan PCNU yang terus mengalir. Aspirasi ini bertujuan agar Kiai Zulfa ikut serta dalam kontestasi kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 NU.

“Beberapa bulan terakhir banyak pengurus wilayah dan pengurus cabang yang datang langsung kepada Kiai Zulfa dan meminta beliau ikut mengambil bagian dalam proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Aab.

Gus Aab juga menjelaskan bahwa dukungan tersebut muncul dari harapan besar warga Nahdliyin agar PBNU ke depan semakin kuat melalui agenda pembaruan organisasi. Mereka menyampaikan harapan akan adanya perbaikan pada tubuh Nahdlatul Ulama. Kiai Zulfa dipandang sebagai ikon perubahan yang dibutuhkan NU saat ini, mengingat pengalaman dan kapasitas beliau dalam berbagai bidang organisasi.

Proses Penentuan Calon Tetap Mengutamakan Aspirasi

Senada dengan pernyataan Gus Aab, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Taufik Damas, juga menyebut bahwa dorongan kepada Kiai Zulfa untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU datang dari berbagai tingkatan kepengurusan NU. Mulai dari PCNU, PWNU, hingga kalangan PBNU sendiri, semua level menunjukkan dukungan yang signifikan.

Menurut KH Taufik Damas, Kiai Zulfa tidak pernah secara langsung mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun, aspirasi dari berbagai pengurus terus bermunculan menjelang Muktamar ke-35 NU. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap beliau bersifat organik dan datang dari bawah, bukan karena inisiatif dari atas.

“Kita lihat nanti siapa yang akan maju dalam Muktamar. Semuanya tentu bergantung pada aspirasi pengurus wilayah dan pengurus cabang sebagai pemilik mandat,” katanya.

Meski demikian, KH Taufik Damas menegaskan bahwa proses penentuan calon Ketua Umum PBNU tetap sepenuhnya berada di tangan para pemilik hak suara dalam Muktamar. Ini berarti bahwa meskipun aspirasi dari daerah sangat kuat, keputusan final akan ditentukan melalui mekanisme demokratis yang telah ditetapkan dalam AD/ART Nahdlatul Ulama. Para pengurus wilayah dan pengurus cabang, sebagai pemilik mandat, akan memiliki peran krusial dalam menentukan siapa yang akan mewakili mereka di tingkat nasional.

Dengan demikian, masa depan kepemimpinan PBNU akan sangat bergantung pada bagaimana para pengurus daerah mengekspresikan aspirasi mereka melalui mekanisme musyawarah yang berlaku. KH Zulfa Mustofa tampaknya telah menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan ini dengan sikap terbuka dan rendah hati, siap menerima apapun hasil dari proses demokratis yang akan berlangsung di Muktamar ke-35 nanti.

Leave a Comment