Bisnis

New Policy: BP Rebana tawarkan investasi kawasan industri pada ajang SIBS 2026

warkan Investasi di SIBS 2026 Bandung New Policy - Kota Bandung kembali menjadi pusat perhatian dunia bisnis ketika Selangor International Business Summit

Desk Bisnis
Published July 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

New Policy: Rebana Tawarkan Investasi di SIBS 2026 Bandung

New Policy – Kota Bandung kembali menjadi pusat perhatian dunia bisnis ketika Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 diselenggarakan di kota ini. Dalam kesempatan tersebut, Badan Pengelola Kawasan Cirebon–Patimban–Kertajati atau yang dikenal sebagai BP Rebana secara aktif menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada para investor dan pelaku usaha dari Selangor, Malaysia. Kehadiran delegasi Malaysia ini dinilai sebagai momen berharga untuk memperkenalkan potensi ekonomi Jawa Barat, khususnya kawasan Rebana Metropolitan yang memiliki prospek pertumbuhan sangat menjanjikan bagi investor regional. Melalui New Policy yang diterapkan, pemerintah daerah membuka pintu lebar-lebar bagi investasi asing.

Visi dan Strategi Pengembangan Kawasan

Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya, menyampaikan bahwa forum internasional ini merupakan momentum penting dalam upaya promosi investasi. Ia menekankan bahwa fokus utama tugasnya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor dari berbagai negara. Minat yang muncul dari para peserta forum menunjukkan respons yang sangat positif. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana menindaklanjuti minat tersebut melalui penyederhanaan proses perizinan, pengurangan birokrasi, serta persiapan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri. New Policy ini menjadi kunci dalam menarik perhatian investor internasional.

“Kerjaan saya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor. Minat yang muncul luar biasa bagus. Tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan mempermudah perizinan, mengurangi birokrasi, dan menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata Helmy di Bandung, Sabtu.

Helmy menjelaskan bahwa kawasan Rebana Metropolitan terdiri dari tujuh kabupaten dan satu kota dengan total populasi mencapai sekitar 10 juta jiwa. Kawasan ini memiliki empat kawasan industri yang membentang seluas sekitar 43 ribu hektare. Saat ini, tingkat keterisian kawasan industri tersebut masih berada di bawah 10 persen, yang berarti peluang investasi masih sangat terbuka lebar. Investor dari berbagai sektor dapat memanfaatkan potensi ini untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia. Dengan New Policy yang konsisten, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat industri baru di Jawa Barat.

Infrastruktur dan Potensi Ekonomi Jawa Barat

Kawasan Rebana diidentifikasi sebagai salah satu koridor ekonomi paling siap berkembang di Indonesia. Hal ini didukung oleh keberadaan infrastruktur strategis seperti Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta jaringan jalan tol yang terintegrasi secara efektif. Jawa Barat sendiri merupakan tujuan investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 47 juta jiwa dan tenaga kerja mencapai 26 juta orang. New Policy yang diterapkan pemerintah daerah telah berhasil meningkatkan daya tarik kawasan ini bagi investor global.

Menurut Helmy, pada tahun 2025 nilai ekspor Jawa Barat tercatat mencapai sekitar 38,45 miliar dolar AS. Dengan adanya kerja sama yang lebih kuat antara Jawa Barat dan Selangor, ia yakin angka tersebut dapat meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi kedua wilayah memiliki ruang untuk pertumbuhan yang lebih besar lagi. New Policy menjadi instrumen penting dalam mewujudkan target ekspor tersebut melalui kolaborasi internasional.

Kolaborasi Strategis dengan Selangor

Di sisi lain, Group CEO Menteri Besar Selangor Incorporated, Mej (K) Dato’ Ts. Saipolyazan M Yusop, menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra ekonomi strategis bagi Selangor dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi ASEAN. Potensi kerja sama antara kedua wilayah mencakup berbagai sektor prioritas seperti energi terbarukan, manufaktur maju, industri halal, logistik, ekonomi digital, layanan kesehatan, kedirgantaraan, pendidikan, kota pintar, hingga ketahanan pangan. New Policy yang diterapkan BP Rebana sejalan dengan visi Selangor untuk memperluas jaringan bisnis regional.

“Selangor siap menjadi pintu gerbang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Malaysia dan ASEAN,” katanya.

Dato’ Saipolyazan menambahkan bahwa Selangor memiliki ekosistem bisnis yang matang dengan dukungan infrastruktur, tenaga kerja terampil, sistem logistik yang kuat, serta lingkungan investasi yang ramah investor. Melalui SIBS ASEAN 2026, Selangor berharap dapat memperkuat kemitraan bisnis, investasi, dan integrasi ekonomi regional antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Jawa Barat dan kawasan Rebana. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara. New Policy menjadi fondasi kuat untuk kerjasama yang lebih mendalam.

Promosi investasi yang dilakukan BP Rebana di forum internasional ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Dengan infrastruktur yang memadai, sumber daya manusia yang melimpah, dan lokasi strategis, kawasan Rebana siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Investor dari Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan bisnis mereka di kawasan ini. Melalui New Policy yang konsisten, kawasan Rebana akan terus berkembang menjadi destinasi investasi utama di Indonesia.

Leave a Comment