Humaniora

Solution For: Mendikdasmen: Pembangunan gedung MSUS 100 persen dibiayai Muhammadiyah

Mendikdasmen: Pembangunan Gedung MSUS 100 Persen Dibiayai Muhammadiyah Solution For - Di Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul, Menteri Pendidikan Dasar dan

Desk Humaniora
Published July 6, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Mendikdasmen: Pembangunan Gedung MSUS 100 Persen Dibiayai Muhammadiyah

Solution For – Di Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan rasa bangganya terhadap upaya warga Muhammadiyah yang secara mandiri mengalokasikan dana penuh untuk membangun gedung baru Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS). Ia menekankan bahwa hal ini menjadi contoh nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung sektor pendidikan Indonesia. “Pembangunan MSUS sepenuhnya didanai oleh organisasi Muhammadiyah tanpa adanya ketergantungan pada revitalisasi dana pemerintah, hal ini membuktikan peran aktif masyarakat dalam pengembangan sistem pendidikan,” ujarnya saat hadir di acara peresmian sekolah tersebut, Minggu.

Model Pendidikan yang Terintegrasi

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa MSUS hadir sebagai inisiatif penting dalam menciptakan pendidikan berkualitas. Ia menyoroti bagaimana sekolah ini tidak hanya mengikuti kurikulum nasional, tetapi juga menyelipkan elemen internasional yang relevan. “Program yang disusun di MSUS menunjukkan upaya menggabungkan pendekatan pendidikan nasional dengan konten global, sekaligus menjaga kekuatan budaya lokal Yogyakarta,” tutur dia. Menurutnya, kombinasi ini bisa menjadi referensi untuk institusi pendidikan lainnya, karena memenuhi standar nasional sekaligus mampu menyesuaikan dengan tantangan dunia global.

“Berdirinya MSUS tanpa adanya permintaan bantuan revitalisasi menunjukkan keberanian dan komitmen kuat Muhammadiyah dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan,”

Menurut Abdul Mu’ti, visi pendidikan bermutu untuk semua yang diusung Muhammadiyah selaras dengan Asta Cita Presiden nomor empat. Ia menambahkan bahwa pembukaan MSUS adalah bukti nyata dari misi organisasi untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu pilar utama pembangunan. “Sekolah ini tidak hanya memberikan fasilitas yang memadai, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan inklusif,” katanya.

Selain itu, Mendikdasmen juga menyoroti bagaimana pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam menjaga kesenjangan mutu antar satuan pendidikan. “Masalah ini tidak hanya terjadi di Muhammadiyah, tetapi juga merata di berbagai daerah, baik sekolah negeri maupun swasta,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa Kemendikdasmen sedang berupaya keras untuk memperkuat kualitas pendidikan di seluruh wilayah, termasuk di daerah-daerah yang kurang mendapat perhatian.

Kebutuhan Terutama di Wilayah Tertinggal

Menurut Abdul Mu’ti, upaya tersebut melibatkan pembentukan direktorat khusus yang fokus pada pelayanan pendidikan, terutama di daerah-daerah yang dianggap tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Kami prioritaskan sekolah di daerah bencana serta sekolah yang rusak berat sebagai target utama dalam program ini,” tutur dia. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyelesaian kesenjangan pendidikan di tingkat nasional.

“Kesenjangan mutu pendidikan antar daerah adalah tantangan yang perlu diatasi secara bersama, baik melalui kebijakan pemerintah maupun partisipasi aktif masyarakat,”

Dalam menjelaskan lebih lanjut, Mendikdasmen menyampaikan bahwa Kemendikdasmen juga sedang memberikan dukungan khusus kepada satuan pendidikan yang belum mencapai standar nasional. “Program afirmasi ini bertujuan memperkuat sekolah-sekolah dengan kualitas yang masih perlu ditingkatkan, sambil menjaga konsistensi mutu pendidikan secara keseluruhan,” katanya. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan swasta.

Pembangunan MSUS juga menjadi sorotan karena sekaligus mewujudkan visi pendidikan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. “Sekolah ini mampu menjadi contoh bagaimana pendidikan bisa diakses secara merata, bahkan di daerah dengan keterbatasan sumber daya,” ujar Abdul Mu’ti. Ia menambahkan bahwa MSUS tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga menekankan pengembangan soft skill dan kemandirian siswa.

Peran Budaya Lokal dalam Pendidikan Modern

Salah satu hal yang menarik dari MSUS adalah upaya menjaga budaya lokal Yogyakarta sekaligus memadukan dengan pendekatan internasional. Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa sekolah ini menjadi model yang bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lain. “Dengan mengintegrasikan kurikulum nasional dan muatan global, MSUS bisa menjadi jembatan antara pendidikan tradisional dan modern,” katanya. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya terukur dari hasil akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa untuk memahami nilai-nilai lokal sekaligus mampu bersaing di tingkat internasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga berencana memperluas program yang sudah dijalankan di MSUS. “Kami akan terus mendorong lembaga pendidikan swasta untuk berkontribusi lebih besar, karena keberagaman pemangku kepentingan sangat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif,” ujarnya. Ia berharap pengalaman MSUS bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, terutama di wilayah dengan potensi yang belum tergarap.

Dalam penutupannya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “MSUS adalah bukti bahwa saat masyarakat aktif dalam pendidikan, maka perubahan positif bisa tercapai lebih cepat,” katanya. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini akan menjadi fondasi untuk kebijakan pendidikan di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti kompetisi sumber daya manusia dan perubahan teknologi.

Sementara itu, pengelola MSUS berharap sekolah ini bisa menjadi titik awal untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan. “Kami yakin bahwa dengan komitmen dan dana yang terarah, MSUS akan menjadi salah satu sekolah yang mampu menginspirasi lembaga pendidikan lainnya,” ujar pihak pengelola. Ia menambahkan bahwa peluncuran MSUS juga memberikan ruang bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam proses belajar-mengajar.

Keberadaan MSUS di Bantul, Yogyakarta, juga menggambarkan bagaimana pendidikan bisa menjadi sarana untuk membangun masyarakat yang lebih maju. “Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga wadah untuk menciptakan suasana pendidikan yang harmonis antara tradisi dan inovasi,” tutur Abdul Mu’ti. Ia menegaskan bahwa keberhasilan MSUS akan menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang berkualitas bisa dibangun melalui peran aktif

Leave a Comment