Humaniora

Special Plan: Baznas kirimkan paket alat kebersihan untuk penyintas gempa di Sulteng

Baznas Salurkan Paket Alat Kebersihan dan Selimut untuk Korban Gempa di Sulteng Special Plan - Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan

Desk Humaniora
Published July 3, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Baznas Salurkan Paket Alat Kebersihan dan Selimut untuk Korban Gempa di Sulteng

Special Plan – Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan penyaluran kemasan kebersihan (hygiene kit) dan selimut kepada masyarakat yang terdampak gempa di Desa Kamarora A, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Bantuan ini bertujuan memenuhi kebutuhan pokok para penyintas selama masa tanggap darurat. Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyampaikan bahwa langkah ini adalah respon cepat Baznas terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi kesulitan akses terhadap perlengkapan sehari-hari setelah bencana.

“Pasca-kejadian bencana, akses ke kebutuhan pokok terbatas, termasuk dalam menjaga kebersihan. Dengan menyebarkan paket alat kebersihan dan selimut, Baznas berupaya memastikan masyarakat tetap sehat dan terlindungi dari cuaca ekstrem selama masa krisis,” tutur Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Baznas mengirimkan 300 paket alat kebersihan yang berisi perlengkapan dasar seperti sabun, kain lap, dan alat pengering. Selimut juga disalurkan untuk melindungi warga dari udara dingin yang kerap terjadi di kawasan terdampak, terutama pada malam hari. “Kebersihan adalah aspek kritis dalam mencegah penyakit yang mungkin muncul akibat keterbatasan akses terhadap peralatan kebersihan pascabencana,” jelasnya.

Kebutuhan Dasar yang Tidak Hanya Soal Makanan

Menurut Idy, bantuan ini mencakup kebutuhan yang lebih luas dari sekadar pangan. Dalam situasi darurat, menjaga kesehatan fisik dan mental menjadi prioritas. “Kami harus mengantisipasi berbagai risiko kesehatan yang bisa terjadi karena masyarakat kesulitan memperoleh alat kebersihan. Selimut juga menjadi solusi sementara untuk mengatasi cuaca yang tidak menentu,” tambahnya.

Idy menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan Baznas merupakan amanah dari para muzaki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekah mereka. “Setiap donasi yang diberikan oleh masyarakat kita teruskan menjadi program kemanusiaan untuk mendukung korban bencana,” ujarnya.

“Semoga zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan dapat menjadi bentuk kepedulian yang membantu penyintas melalui peningkatan kualitas hidup di tengah tantangan yang mereka hadapi,” lanjut Idy.

Program Kemanusiaan yang Berkelanjutan

Baznas terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan mencapai kebutuhan terpenting masyarakat. “Kami memastikan setiap langkah penyaluran bantuan dilakukan secara terstruktur dan tepat sasaran,” kata Idy. Layanan kemanusiaan Baznas mencakup dapur umum, layanan kesehatan, distribusi air bersih, serta pembangunan masjid darurat. Peralatan kebersihan dan selimut juga menjadi bagian dari upaya ini untuk memberikan perlindungan fisik.

Dalam penanganan bencana gempa di Sulteng, Baznas telah memberikan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan makanan hingga layanan psikososial. “Bantuan ini bukan hanya makanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan kenyamanan bagi para penyintas,” tambahnya. Diketahui, warga di Desa Kamarora A mengalami kerusakan berat akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga kebutuhan akan bantuan logistik menjadi sangat kritis.

“Selain mendistribusikan bantuan fisik, kami juga memperkuat layanan di lapangan melalui tim yang bertugas sehari-hari untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan cepat dan efisien,” ucap Idy.

Upaya Menjaga Kesehatan dan Keamanan

Menurut Idy, penyaluran paket alat kebersihan tidak hanya untuk mengatasi masalah sanitasi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan masyarakat. “Dengan menambah akses ke peralatan kebersihan, kita membantu masyarakat tetap terjaga kesehatannya, terutama saat kondisi logistik masih sulit,” katanya. Ia juga menekankan bahwa bantuan ini mempercepat pemulihan pasca-kejadian gempa.

Korban gempa di Sulteng masih menghadapi tantangan berat, termasuk akses yang terbatas ke tempat tidur, makanan, dan peralatan rumah tangga. Dengan penyediaan selimut dan alat kebersihan, Baznas berupaya memberikan perlindungan sementara bagi warga. “Bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa kita tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan fisiologis, tetapi juga psikologis,” imbuh Idy.

Pelaksanaan yang Terkoordinasi dan Berkelanjutan

Idy menegaskan bahwa Baznas terus mengoptimalkan koordinasi dengan instansi pemerintah, organisasi lokal, dan masyarakat untuk memastikan bantuan mencapai sasaran yang paling terdampak. “Kami ingin setiap kebutuhan masyarakat diakses secara adil dan cepat, serta tidak ada warga yang terlantar,” ujarnya.

Bantuan alat kebersihan dan selimut ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Baznas dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan warga. “Kami berharap dukungan ini dapat memberikan perubahan yang signifikan, baik dalam kesehatan maupun kondisi psikologis para penyintas,” lanjutnya. Menurut Idy, upaya tersebut juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Baznas sebagai lembaga yang berkomitmen memberikan bantuan yang komprehensif.

Kesiapan dan Peran Baznas dalam Bencana

Baznas telah menunjukkan kecepatan respons dalam menangani krisis gempa di Sulteng. “Kami berupaya menjaga kelancaran distribusi bantuan karena setiap hari terasa berat bagi masyarakat,” kata Idy. Selain bantuan fisik, Baznas juga memberikan layanan psikososial untuk mengurangi trauma yang dialami para penyintas. “Bantuan ini menjadi bentuk dukungan untuk membangun kembali kehidupan warga di tengah krisis,” imbuhnya.

Kegiatan penyaluran bantuan ini dilakukan di tengah upaya mempercepat pemulihan daerah terdampak. “Baznas berkomitmen untuk menjaga konsistensi dalam memberikan bantuan, baik secara fisik maupun emosional,” kata Idy. Ia menambahkan bahwa kehadiran Baznas bukan hanya sebagai penyedia bantuan, tetapi juga sebagai mitra dalam upaya penyelamatan dan pencegahan dampak lebih lanjut dari bencana.

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, Baznas telah menyalurkan berbagai layanan kemanusiaan, termasuk dapur umum, penyaluran air bersih, dan penyediaan peralatan kebersihan. “Kami ingin setiap bantuan mencakup kebutuhan yang paling mendesak dan efektif,” jelasnya

Leave a Comment