Bahlil Lahadalia Resmikan Musda XI Golkar Sulsel di Makassar
Bahlil buka Musda XI DPD I Partai – Makassar menjadi saksi sejarah ketika Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, hadir secara langsung untuk membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Acara yang sempat mengalami penundaan ini akhirnya terlaksana dengan lancar di kota tersebut. Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan bahwa Musda merupakan wadah tertinggi untuk pengambilan keputusan di tingkat daerah. Ia menjelaskan bahwa hasil dari musyawarah ini akan menghasilkan tiga keputusan fundamental bagi partai.
Pertama, dilakukan evaluasi terhadap kepengurusan yang telah berjalan. Kedua, penyusunan program kerja beserta rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan. Ketiga, pemilihan Ketua DPD Partai Golkar yang baru. Bahlil menyampaikan hal tersebut di hadapan sekitar seribu kader partai yang hadir pada hari Sabtu di Makassar. Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi internal sebagai langkah utama untuk memulihkan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
Musda itu adalah forum pengambilan keputusan tertinggi pada tingkat daerah. Musda akan melahirkan tiga keputusan besar, yaitu evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih Ketua DPD Partai Golkar.
Dominasi Partai Golkar di Sulawesi Selatan pada masa lalu menjadikan wilayah ini sebagai lumbung suara utama di Kawasan Timur Indonesia. Namun, posisi tersebut mulai tergerus oleh persaingan dari partai-partai lain dalam Pemilu 2024. Oleh karena itu, Bahlil meminta agar kepengurusan baru segera bergerak menuntaskan Musyawarah Cabang (Muscab) di DPD II kabupaten dan kota. Konsolidasi harus dilanjutkan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
Saya meminta nanti setelah Musda selesai, dilaksanakan Muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa. Karena, kekuatan partai kita itu ada di sana. Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya itu di Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu Sulawesi Selatan menjadi contoh.
Hak Diskresi untuk Ilham Arief Sirajuddin
Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM menyinggung pemberian hak diskresi kepada calon Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin. Ilham yang akrab disapa Aco diberikan hak spesial untuk maju dalam pemilihan tersebut. Pemberian hak prerogatif ini diatur dalam aturan internal partai yang menjadi kewenangan Ketua Umum.
Partai Golkar memiliki berbagai ketentuan yang mengatur mekanisme kepartaian, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Organisasi (PO), serta Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak dan Juknis). Bahlil menjelaskan bahwa banyak pihak yang mempertanyakan status Ilham karena pernah pindah partai. Namun, menurutnya Partai Golkar adalah partai yang dewasa dengan mekanisme dan aturan yang jelas.
Banyak orang mengatakan kepada saya, Pak Aco pernah pindah partai. Partai Golkar adalah partai yang dewasa, partai yang penuh dengan fatsun, mekanisme, serta aturan-aturan kepartaian. Kalau sudah merasa, sekalipun sudah hijrah, cek di rumah (partai) lain tapi tidak pas, mungkin balik lagi, kita buka pintu, tidak masalah.
Pemberian diskresi kepada Ilham meskipun ia pernah keluar dan kembali lagi sangat memungkinkan berdasarkan AD/ART. Hak prerogatif Ketua Umum juga melekat untuk menilai kesungguhan Ilham dalam mengembalikan kejayaan partai. Kepergian Ilham sebelumnya dianggap sebagai dinamika politik yang wajar. Ketika ia ingin kembali, aturan memungkinkan hal tersebut melalui mekanisme diskresi.
Kepergiannya dahulu merupakan dinamika politik yang lumrah. Begitu mau kembali, ada aturan yang memungkinkan untuk bisa. Aturan itu disebut dengan diskresi, dan itu dibenarkan dalam Anggaran Dasar yang namanya hak prerogatif ketua umum. Jadi, Pak Aco (pindah) pergi, mungkin liat-liat dulu, waktu itu mungkin mencari udara segar, ya tidak apa-apa.
Harapan untuk Pemilu 2029
Bahlil juga menyebutkan bahwa ia sudah lama mengenal Ilham. Selain menjabat sebagai Wali Kota Makassar selama dua periode, Ilham memiliki pengalaman panjang di tubuh Partai Golkar. Ia pernah menjadi Ketua AMPI dan Ketua Golkar Sulsel. Bahlil menilai sosok Ilham mampu mengembalikan suara Partai Golkar dan menambah perolehan kursi pada Pemilu 2029.
Partai Golkar sejak dulu hingga sekarang tetap menjadi partai pendukung pemerintah dan bukan partai oposisi. Meskipun banyak kader-kader mumpuni yang hengkang untuk membentuk partai baru seperti Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura, Partai Golkar tetap kokoh dan konsisten menjalankan amanah konstitusi.
Kepergiannya dahulu merupakan dinamika politik yang lumrah. Begitu mau kembali, ada aturan yang memungkinkan untuk bisa. Aturan itu disebut dengan diskresi, dan itu dibenarkan dalam Anggaran Dasar yang namanya hak prerogatif ketua umum. Jadi, Pak Aco (pindah) pergi, mungkin liat-liat dulu, waktu itu mungkin mencari udara segar, ya tidak apa-apa.
Pelaksana tugas DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M. Said, menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya Musda XI, tugasnya telah selesai setelah delapan bulan berjibaku. Ia berharap Ketua DPD Golkar Sulsel yang terpilih segera memperkuat jaringan dan mengembalikan nama besar partai. Sebelumnya, Musda Golkar Sulsel mempertemukan dua kandidat, yaitu Ilham Arief Sirajuddin dan Munafri Arifuddin. Munafri yang akrab disapa Appi tidak hadir karena melaksanakan ibadah umrah. Hal ini membuat Ilham hampir dipastikan terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal.

