Rifqi Fitriadi Akhiri Puasa Gelar dengan Juara ITF M15 Wuning
Historic Moment – Jakarta – Muhammad Rifqi Fitriadi, petenis asal Indonesia, berhasil meraih kemenangan yang menandai akhir dari penantian hampir tiga tahun. Pemain berusia 27 tahun ini mempersembahkan gelar tunggal pertamanya sejak tahun 2023, setelah memenangkan turnamen ITF M15 Wuning 2026 di China, Minggu lalu. Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi bukti perbaikan performa dan mentalnya di ajang internasional.
Momen Berharga di Wuning
Kemenangan di Wuning memperkuat posisi Rifqi sebagai salah satu pemain berbakat dalam kompetisi ITF. Sebelumnya, ia telah meraih satu gelar di seri ketiga Harum Energy Men’s World Tennis Tour Jakarta tiga tahun lalu, yang kini menjadi motivasi utama bagi perjalanan karier di level lebih tinggi. “Saya sudah dua minggu berada di sini. Minggu pertama lalu saya kalah di babak pertama, tetapi minggu kedua ini bisa meraih juara, itu sangat berarti,” tulis Rifqi melalui pesan instan kepada ANTARA.
Persiapan dan Fokus Mental
Rifqi mengungkapkan bahwa keberhasilannya di Wuning berawal dari fokus pada pengembangan aspek mental selama persiapan. Dalam babak final, ia dengan tenang mengalahkan petenis Rusia, Amirkhamza Nasridinov, dengan skor 6-3, 6-3. Pemain yang menempati peringkat kelima ini tidak pernah kehilangan satu set sejak babak awal, menunjukkan konsistensi dan ketangguhan mentalnya.
“Untuk saya, pendekatan mental adalah kunci utama. Kira-kira 80 persen pertandingan tenis berjalan dari pikiran atau emosi pemain,” jelas Rifqi. “Jika mentalnya stabil, bisa menikmati setiap titik dan setiap pertandingan, hasil pasti akan tercipta.”
Ia menekankan bahwa pengalaman di Wuning adalah hasil dari latihan intensif, termasuk manajemen emosi dan fokus pada teknik. “Saya berusaha tetap tenang, bahkan saat lawan mengancam. Kepercayaan diri dan kekuatan mental jadi bekal utama,” tambahnya.
Enjoyment dalam Setiap Pertandingan
Rifqi menyatakan bahwa ia tetap menikmati setiap kesempatan bertanding, baik saat meraih kemenangan maupun ketika mengalami kekalahan. “Saya senang bermain, apapun hasilnya. Jadi, meski tidak juara, suasana kompetisi tetap memberi makna,” katanya. Namun, ia juga menjelaskan bahwa timnya tetap memprioritaskan peningkatan kualitas di setiap turnamen.
“Jadi, saya dan tim selalu menargetkan performa terbaik. Tapi, badan atlet juga butuh istirahat, jadi tidak selalu bisa meraih juara setiap kali,” ujar Rifqi. “Namun, bisa meraih gelar di Wuning membuat saya sangat bersyukur.”
Dalam perjalanan ke babak final, Rifqi menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik. Meski di awal turnamen sempat mengalami kegagalan, ia mampu bangkit dan menghadirkan performa luar biasa. “Ini bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang keberanian menghadapi tekanan,” lanjutnya.
Target ke Asian Games 2026
Gelar di Wuning dianggap sebagai langkah penting menuju ajang Asia Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, September mendatang. Rifqi yakin pengalaman ini akan memberi dampak positif pada persiapan berikutnya. “Ini jadi modal penting untuk target besar di Asian Games,” katanya.
Pemain yang dikenal sebagai penggemar tenis luar ruangan ini juga mengungkapkan keinginan untuk tetap bersaing di tingkat internasional. “Saya ingin terus berkembang, baik secara teknik maupun mental, agar bisa menghadapi tantangan lebih besar,” tambah Rifqi. Ia menyoroti pentingnya pengalaman bermain di berbagai negara untuk menambah wawasan dan kepercayaan diri.
Langkah Selanjutnya
Setelah meraih gelar di Wuning, Rifqi menitipkan harapan untuk memperkuat posisi di rangking dunia. Ia juga ingin mengejar prestasi di ajang WTA atau ATP, meski saat ini masih fokus pada ITF. “Setiap turnamen adalah babak baru, dan saya ingin terus belajar dari setiap pengalaman,” katanya.
“Jadi, menjuarai ITF M15 ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan baru. Saya berharap bisa terus berkiprah di level yang lebih tinggi,” ujar Rifqi.
Dalam wawancara eksklusif dengan ANTARA, Rifqi juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan tim dan penggemarnya. “Kemenangan ini tidak terlepas dari usaha seluruh pihak yang mendukung saya. Mereka adalah bagian dari perjuangan ini,” tuturnya.
Pengembangan Profesional
Rifqi menekankan bahwa kesuksesannya tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar. Ia berkomitmen untuk menjaga profesionalisme dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari latihan hingga interaksi dengan penggemar. “Kepribadian dan sikap disiplin harus selalu sejalan dengan performa di lapangan,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa ketenangan pikiran dan kemampuan mengatur emosi menjadi faktor utama dalam memperoleh keunggulan di babak final. “Kadang, kekalahan bisa menjadi pelajaran, tetapi kemenangan seperti ini membuat semangat lebih berapi-api,” tambah Rifqi.
Kesimpulan
Keberhasilan Rifqi Fitriadi di ITF M15 Wuning 2026 menjadi bukti bahwa dedikasi dan mental yang kuat bisa membawa hasil yang memuaskan. Dengan gelar kedua di ajang ITF, ia kini semakin yakin untuk menatap masa depan yang penuh tantangan. “Saya berharap bisa terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” pungkas Rifqi, menutup wawancara dengan semangat tinggi.
